MAPALA SPECTA - Pada Senin, 6 - 7 Januari 2025. Mapala Specta telah melaksanakan kegiatan Milad dan Tasyakuran ke-32. Kegiatan tersebut sekaligus memperkenalkan Anggota Muda dan Nama Angkatan baru Mapala Specta yakni “Rengga Sawang” yang terdiri dari 6 laki-laki dan 9 perempuan.
Acara Milad dan Tasyakuran ini diselenggarakan pada pukul 16.30 WIB s.d selesai dan berlangsung secara offline yang bertempat di Villa Mambo Darno Sekipan. Adapun tamu undangan yang turut hadir dalam acara Milad dan Tasyakuran Ke-32 yaitu alumni Anggota Mapala Specta dan Anggota Aktif Mapala Specta.
Kegiatan ini mengusung tema “Rising Together, Growing Even Strongers” merupakan suatu harapan yang tinggi agar kita bisa bangkit bersama dan tumbuh bersama untuk menjadi jiwa yang kuat. Acara dimulai pada pukul 21.30 WIB diisi dengan pembukaan dan beberapa sambutan dari ketua umum, ketua panitia, dan perwakilan dari Keluarga Besar Specta (KBS). Setelah itu dilanjut dengan perkenalan Anggota Muda dan menghadirkan pentas seni joget kewer dan penguin dari Anggota Muda. Selain pentas seni, Anggota Muda juga menghadirkan kecak bali
Memasuki puncak acara, dilanjutkan dengan sarasehan yakni saling berkenalan antar anggota dari generasi ke generasi dan bercerita pengalaman-pengalaman yang didapat saat berada di Specta. Sarasehan berlangsung sampai pukul 23.55 WIB, dilanjut pada pukul 00.00 WIB yaitu acara tiup lilin dan potong kue yang diwakilkan oleh ketua umum Mapala Specta dan diiringi dengan lagu dari Jamrud yang berjudul selamat ulang tahun.
Perayaan Milad dan Tasyakuran ini menjadi salah satu agenda rutin yang dilaksanakan disetiap tahunnya. Hal ini bertujuan untuk menambah keakraban dan menjadi tali silaturahmi sesama anggota dengan keluarga besar Mapala Specta.
Terlaksananya kegatan Milad dan Tasyakuran Mapala Specta ke-32 dapat menjadi pintu pembuka kepada Anggota Muda khususnya, dalam melakukan kegiatan-kegiatan yang ada di dalam organisasi Mapala Specta. Untuk mencetak anggota yang mampu bersaing dan berkualitas di dalam maupun diluar kampus. Jaya di rimba jaya di kampus




Sukoharjo – Mahasiswa Pecinta Alam SPECTA merupakan sebuah organisasi yang bergerak di bidang
Napak Tilas Talamau 2982 Mdpl: Mapala Specta Akan Menempuh Perjalanan ke-21 Ekspedisi Penuh di Pelosok Indonesia, Mapala Specta kembali mempersiapkan perjalanan baru lagi di tahun 2025, sebuah langkah menuju tantangan berikutnya. Tim Mapala Specta sudah merancang langkah-langkah berikutnya dengan semangat yang tak tergoyahkan. Kali ini, fokus mereka tertuju pada pengabdian dan pendakian di pelosok Indonesia, salah satunya di Pulau Sumatera Barat. Pra kegiatan merupakan upaya awal dalam rancangan ekspedisi mulai dari, penentuan lokasi, pencarian data, menentukan program kerja yang akan dilaksanakan, latihan fisik, dan membuat proposal sponsorship serta proposal kegiatan. Langkah itu merupakan bukti nyata semangat yang tak tergoyahkan walaupun dilakukan oleh dua orang yakni, Sejawat Ulil Ardi Pramista Akbar (Rrebez) selaku ketua pelaksana kegiatan dan Sejawat Muhamad Nur Hidayat (Tromol) selaku Sekertaris. Pelaksanaan dalam ekspedisi ini penuh tantangan mulai dari pelaksanaannya pengabdian yang dikerjakan hanya dua orang dengan program kerja: Kampus EXPO 2025 (edukasi pentingnya pendidikan setelah lulus SMA serta pemberian hadiah berupa buku UTBK), Ecoprint di SD 08 Talamau (Pembuatan Ecoprint dari Totebag dan Edukasi pentingnya Lingkungan Hidup). Selama perjalanan menemukan berbagai hal keanekaragaman budaya selain daripada itu tim ekspeditor melakukan penelitian budaya di Kampuang Tinggam Ulla dan Tinggam Mudiak. Berkomunikasi dengan orang-orang tua dikampung tersebut sangat senang dengan bahasa minang yang kami temukan membuat kami mengerti bahwa indonesia beragam bahasa dan budaya. Dalam pendakian tim ekspeditor melakukan pendakian di atap Sumatera Barat yakni, Gunung Talamau Via Pinaga (2982 MDPL). Perjalanan kami tempuh selama 4 hari dengan targetan membuat Peta 3D dan Penelitian Flora dan Fauna yang kami temukan selama di jalur pendakian. Eksotisme keindahan alam gunung Talamau ini, sangatlah asri dengan vegetasi tertutup kami menikmati keindahan alam yang kami temukan pertama kali serta mata air yang selalu kami temukan di setiap pos tempat pemberhentian kami. Dalam ekspedisi mengajarkan kami banyak hal selain pengalaman, relasi dan keanekaragaman budaya yang kami temukan menjadi tombak utama kami bahwasanya menjadi mahasiswa pecinta alam bukan soal mencintai akan tetapi melampaui lebih dari sekedar mencintai bahwasanya ciptaan tuhan itu indah dan membuat kami merasa bersyukur akan arti hidup yang sebenarnya.