Magelang, 7 Maret 2026 - Suasana di Basecamp Getek Balong Magelang pada tanggal 8 Maret itu terasa begitu hidup dan penuh semangat persaudaraan saat puluhan rafter dari Solo Raya, Jogja, hingga Semarang berkumpul menjadi satu dalam agenda Ngabuburit Rafting yang epik, sebuah tradisi tahunan yang konsisten bergulir sejak tahun 2021 sehingga pertemuan kali ini menjadi perayaan yang ke-6 kalinya dengan skala yang jauh lebih besar. Meskipun kegiatan ini berlangsung tepat di tengah suasana bulan suci Ramadan, hal tersebut sama sekali tidak menyurutkan nyala semangat para peserta, justru rasa lapar dan haus seolah teralihkan oleh antusias yang tinggi saat mereka bersiap menaklukkan rute pengarungan panjang sekitar 15 – 17 km yang membentang dari hulu Sungai Elo Atas hingga menyambung ke ganasnya Progo Atas.
Kondisi debit air yang sedang tinggi hari itu memberikan tantangan teknis yang luar biasa, membuat adrenalin seketika memuncak di mana setiap kayuhan dayung harus sinkron antara warga Solo yang bersemangat, rafter Jogja yang taktis, dan kawan-kawan Semarang yang tangguh demi menembus jeram – jeram besar yang menantang. Di tengah arus yang liar tersebut, keharmonisan komunitas benar-benar teruji karena ketika ada perahu yang flip atau terbalik akibat hantaman ombak, tanpa komando para peserta lain langsung dengan sigap memberikan pertolongan, menciptakan suasana yang sangat solid dan saling jaga antar tim.
Pemandangan di sungai pun nampak sangat meriah dan berwarna karena tidak hanya didominasi perahu karet besar, tetapi juga dipenuhi oleh armada kayak dan packraft yang gesit menari di antara arus, menciptakan iring-iringan yang padat dan atraktif di sepanjang aliran sungai Magelang yang ikonik tersebut. Disela-sela hantaman gelombang, sesekali mereka menepikan armada di area tenang untuk sekadar menikmati rimbunnya pepohonan tebing Progo, menciptakan momen refleksi yang syahdu di tengah ibadah puasa sebelum akhirnya semua peserta merapat dengan selamat di titik finish tepat saat langit mulai memerah.
Kehebohan pun memuncak setibanya di Basecamp Getek Balong sesaat setelah azan Magrib berkumandang, di mana suasana kekeluargaan semakin hangat dengan adanya sesi pembagian berbagai doorprize menarik yang membuat para peserta tetap ceria meski tenaga terkuras habis setelah berjam-jam di air. Sambil menikmati hidangan prasmanan pedesaan yang menggugah selera, sekat-sekat asal kota pun hilang, menyisakan obrolan tentang sejarah perjalanan enam tahun komunitas ini dan janji untuk terus menjaga solidaritas rafter se-Jateng dan DIY agar tetap mengalir deras layaknya arus Progo yang baru saja mereka taklukkan bersama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar