KARTASURA – Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) SPECTA sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan Pendidikan Lanjut (Dikjut) bagi para Anggota Mudanya. Kegiatan yang berlangsung maraton sejak akhir April hingga pertengahan Mei 2026 ini mencakup empat divisi utama, yaitu Gunung Hutan (Mountaineering), Arung Jeram (Rafting), Susur Goa (Caving), dan Panjat Tebing (Rock Climbing). Rangkaian Dikjut ini dirancang untuk menguji, memantapkan, dan mengaplikasikan materi teoritis yang telah dipelajari sebelumnya langsung ke dalam medan operasi yang sesungguhnya.

Rangkaian kegiatan diawali oleh Divisi Gunung Hutan yang dilaksanakan di Hutan Sepanjang, Karanganyar, pada 24–26 April 2026. Selama tiga hari di dalam hutan, para peserta diuji kemandirian dan ketahanannya melalui penerapan manajemen perjalanan, navigasi darat, serta orienteering untuk membaca medan secara akurat. Selain itu, mereka juga mempraktikkan teknik survival dalam kondisi darurat, yang meliputi kemampuan menyalakan api survival, mencari dan mengolah air, hingga pembuatan bivak sebagai tempat berlindung sementara.

Memasuki bulan Mei, kegiatan bergeser ke basahnya jeram air deras melalui Dikjut Rafting yang dilaksanakan di Sungai Elo, Magelang, pada 1–3 Mei 2026. Dalam divisi ini, Anggota Muda dituntut menguasai kekompakan tim dan keselamatan air dengan mempraktikkan teknik dayungan, flip-flop (membalikkan perahu), self-rescue, dan renang jeram. Kemampuan manajemen pengarungan mereka juga diasah melalui materi pemetaan jeram, teknik read and run, scoutingdarat, serta pemahaman mendalam mengenai morfologi sungai.

Puncak dari rangkaian Pendidikan Lanjut ini berlangsung pada 13–17 Mei 2026 di kawasan karst Gunungkidul, Yogyakarta, yang mempertemukan Divisi Rock Climbing dan Caving. Untuk divisi Rock Climbing, peserta ditantang menaklukkan tebing alam dengan menerapkan sistem pemanjatan tingkat lanjut seperti top rope, top runner, himalayan system, upper belay, hingga teknik pemanjatan menggunakan pengaman artifisial (artificial climbing).
Sementara itu, Dikjut Caving dilaksanakan di dua karakteristik goa yang berbeda untuk memberikan pengalaman eksplorasi bawah tanah yang komprehensif. Pada medan Goa Horizontal Plelen, Anggota Muda mempraktikkan materi cave mapping atau pemetaan goa. Sedangkan pada medan Goa Vertikal Mbelik, peserta mengaplikasikan teknik lintasan polos, intermediate, dan deviasi menggunakan peralatan penelusuran vertikal. Sebagai penutup, para peserta juga melaksanakan simulasi Vertical Rescue dengan teknik hauling dan lowering untuk menguji kesiapan evakuasi korban di medan terjal
Dengan selesainya seluruh tahapan Pendidikan Lanjut ini, para Anggota Muda MAPALA SPECTA dinilai telah memenuhi kualifikasi standar operasional di empat medan tersebut dan siap berkontribusi nyata bagi kelestarian alam serta aksi kemanusiaan.





MAPALA SPECTA - Pada Senin, 6 - 7 Januari 2025. Mapala Specta telah melaksanakan kegiatan Milad dan Tasyakuran ke-32. Kegiatan tersebut sekaligus memperkenalkan Anggota Muda dan Nama Angkatan baru Mapala Specta yakni “Rengga Sawang” yang terdiri dari 6 laki-laki dan 9 perempuan.