Kamis, 20 November 2025

Nagari Kajai Expedition Mapala SPECTA 2025

Napak Tilas Talamau 2982 Mdpl: Mapala Specta Akan Menempuh Perjalanan ke-21 Ekspedisi Penuh di Pelosok Indonesia, Mapala Specta kembali mempersiapkan perjalanan baru lagi di tahun 2025, sebuah langkah menuju tantangan berikutnya. Tim Mapala Specta sudah merancang langkah-langkah berikutnya dengan semangat yang tak tergoyahkan. Kali ini, fokus mereka tertuju pada pengabdian dan pendakian di pelosok Indonesia, salah satunya di Pulau Sumatera Barat. Pra kegiatan merupakan upaya awal dalam rancangan ekspedisi mulai dari, penentuan lokasi, pencarian data, menentukan program kerja yang akan dilaksanakan, latihan fisik, dan membuat proposal sponsorship serta proposal kegiatan. Langkah itu merupakan bukti nyata semangat yang tak tergoyahkan walaupun dilakukan oleh dua orang yakni, Sejawat Ulil Ardi Pramista Akbar (Rrebez) selaku ketua pelaksana kegiatan dan Sejawat Muhamad Nur Hidayat (Tromol) selaku Sekertaris. Pelaksanaan dalam ekspedisi ini penuh tantangan mulai dari pelaksanaannya pengabdian yang dikerjakan hanya dua orang dengan program kerja: Kampus EXPO 2025 (edukasi pentingnya pendidikan setelah lulus SMA serta pemberian hadiah berupa buku UTBK), Ecoprint di SD 08 Talamau (Pembuatan Ecoprint dari Totebag dan Edukasi pentingnya Lingkungan Hidup). Selama perjalanan menemukan berbagai hal keanekaragaman budaya selain daripada itu tim ekspeditor melakukan penelitian budaya di Kampuang Tinggam Ulla dan Tinggam Mudiak. Berkomunikasi dengan orang-orang tua dikampung tersebut sangat senang dengan bahasa minang yang kami temukan membuat kami mengerti bahwa indonesia beragam bahasa dan budaya. Dalam pendakian tim ekspeditor melakukan pendakian di atap Sumatera Barat yakni, Gunung Talamau Via Pinaga (2982 MDPL). Perjalanan kami tempuh selama 4 hari dengan targetan membuat Peta 3D dan Penelitian Flora dan Fauna yang kami temukan selama di jalur pendakian. Eksotisme keindahan alam gunung Talamau ini, sangatlah asri dengan vegetasi tertutup kami menikmati keindahan alam yang kami temukan pertama kali serta mata air yang selalu kami temukan di setiap pos tempat pemberhentian kami. Dalam ekspedisi mengajarkan kami banyak hal selain pengalaman, relasi dan keanekaragaman budaya yang kami temukan menjadi tombak utama kami bahwasanya menjadi mahasiswa pecinta alam bukan soal mencintai akan tetapi melampaui lebih dari sekedar mencintai bahwasanya ciptaan tuhan itu indah dan membuat kami merasa bersyukur akan arti hidup yang sebenarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MUSMAPA XXIII MAPALA SPECTA PERIODE 2025

Boyolali– Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) SPECTA telah sukses menyelenggarakan Musyawarah Mahasiswa Pecinta Alam (MUSMAPA) XXIII yang berlan...