Senin, 29 Desember 2025

LATIHAN MEDAN OUTDOOR MOUNTAINEERING MAPALA SPECTA 2025

Kegiatan latihan Medan outdoor Gunung Hutan Mapala SPECTA dilaksanakan pada 26–27 Desember 2025 di lereng Gunung Lawu, tepatnya di kawasan Kali Samin, Tawangmangu. Kegiatan ini merupakan latihan medan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan teknis serta ketahanan fisik dan mental anggota dalam aktivitas gunung hutan.

Latihan ini diikuti oleh atlet Gunung Hutan Sejawat Pusong dan Rrebez, serta anggota Mapala SPECTA yang terdiri dari Sejawat Cimer, Kutah, Mbidik, Bocor, Rindik, Abate, dan Ketua Umum Sejawat Kebar. Selama kegiatan berlangsung, peserta mempraktikkan tracking, orientasi medan, serta navigasi menggunakan alat GPS, sebagai upaya pemantapan kemampuan membaca medan dan pengambilan keputusan di lapangan.

Meskipun selama pelaksanaan kegiatan sempat beberapa kali menghadapi badai dan cuaca kurang bersahabat, seluruh rangkaian latihan tetap berlangsung dengan aman, penuh semangat, serta dilandasi rasa kebersamaan. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas, kehangatan, dan kekompakan antaranggota Mapala SPECTA dalam menghadapi tantangan alam secara bersama-sama.

Kamis, 25 Desember 2025

LATIHAN MEDAN OUTDOOR RAFTING MAPALA SPECTA 2025

Mapala SPECTA Melakukan Latihan Medan Outdoor Rafting yang dilaksanakan pada 20–22 Desember 2025 di Sungai Elo, Magelang, Jawa Tengah. Kegiatan ini bertujuan untuk mengulas kembali materi dasar hingga lanjutan arung jeram sekaligus meningkatkan keterampilan teknis anggota dalam menghadapi medan sungai.

Pada latihan medan ini, peserta mempraktikkan berbagai variasi teknik dayungan serta difokuskan pada pelatihan menjadi skipper, yang meliputi penguasaan komando, pembacaan arus, dan pengambilan keputusan di sungai. Kegiatan ini diikuti oleh atlet Rafting Sejawat Petty, bersama anggota Sejawat Cimer, Pusong, Kuncung, serta Sejawat Abate selaku Bidang I P3A Mapala SPECTA.

Selain latihan inti arung jeram, di sela-sela waktu istirahat beberapa anggota juga memanfaatkan kesempatan untuk mencoba kayak, sebagai bentuk pengembangan keterampilan dan adaptasi teknik individu di sungai. Melalui kegiatan ini diharapkan kemampuan teknis, kepemimpinan di perahu, serta kekompakan tim Rafting Mapala SPECTA semakin meningkat.

Rabu, 24 Desember 2025

LATIHAN MEDAN OUTDOOR ROCK CLIMBING MAPALA SPECTA 2025

Mapala SPECTA kembali mengadakan Latihan Medan Outdoor Rock Climbing Mapala SPECTA dilaksanakan pada 20–22 Desember 2025 di Tebing Siung, Gunung Kidul, Jawa Tengah. Kegiatan ini merupakan agenda latihan medan guna meningkatkan kemampuan teknis serta kesiapan mental anggota dan atlet dalam aktivitas panjat tebing di alam terbuka.

Kegiatan diikuti oleh atlet RC Sejawat Lekat dan Taber, bersama anggota Sejawat Tu P, Tromol, Rrebez, serta Ketua Umum Mapala SPECTA. Selama kegiatan berlangsung, peserta mengulas dan mempraktikkan kembali materi teknik panjat tebing, meliput upper belay, top rope, top runner, top cleaning, pembuatan anchor, hingga praktik instalasi hanging camp, dengan mengedepankan aspek keselamatan dan kerja sama tim.

Setelah seluruh rangkaian latihan selesai, kegiatan ditutup dengan momen kebersamaan untuk melepas penat dengan menikmati suasana pantai di kawasan Gunung Kidul. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun peningkatan keterampilan teknis, kekompakan, serta solidaritas antaranggota Mapala SPECTA.

Senin, 08 Desember 2025

PENDIDIKAN DASAR PECINTA ALAM (DIKDAPA) XXXI MAPALA SPECTA 2025

Sukoharjo – Mahasiswa Pecinta Alam SPECTA merupakan sebuah organisasi yang bergerak di bidang outdoor dan kepecintaalaman. Untuk menjadi bagian dari suatu organisasi termasuk Mahasiswa Pecinta Alam SPECTA pastinya terdapat proses dan prosedur yang perlu dijalankan. Proses tersebut yang menjadikan suatu anggota dapat terus berkembang. Pendidikan Dasar Pecinta Alam (DIKDAPA) pastinya dibutuhkan untuk melanjutkan roda organisasi, dimana hal ini sudah ada sejak angkatan terdahulu. Dimulai dari Beruk, tepat pada tanggal 28 November – 03 Desember 2025 Mahasiswa Pecinta Alam SPECTA baru saja melakukan Pendidikan Dasar Pecinta Alam (DIKDAPA) yang ke XXXI, yaitu syarat wajib menjadi anggota Mahasiswa Pecinta Alam SPECTA. Lereng Gunung Lawu Selatan telah menjadi saksi lahirnya 15 orang anggota muda Mahasiswa Pecinta Alam SPECTA dimana 9 orang di antaranya perempuan dan 6 orang lainnya laki-laki. Mereka semua telah mengikuti berbagai rangkaian proses dan persiapan sejak 1 bulan sebelum masuk ke lapangan. Dimana persiapan ini dibutuhkan agar kegiatan yang dilakukan dapat berjalan lancar dan  para calon anggota mendapat materi yang  dibutuhkan ketika di lapangan . Proses seleksi yang telah diikuti sebelumnya dimulai dari screening, materi dasar pecinta alam, hingga latihan fisik. Pendidikan Dasar Pecinta Alam (DIKDAPA) XXXI Mahasiswa Pecinta Alam SPECTA ini ditutup di Sekipan dan foto bersama.

Kamis, 20 November 2025

Nagari Kajai Expedition Mapala SPECTA 2025

Napak Tilas Talamau 2982 Mdpl: Mapala Specta Akan Menempuh Perjalanan ke-21 Ekspedisi Penuh di Pelosok Indonesia, Mapala Specta kembali mempersiapkan perjalanan baru lagi di tahun 2025, sebuah langkah menuju tantangan berikutnya. Tim Mapala Specta sudah merancang langkah-langkah berikutnya dengan semangat yang tak tergoyahkan. Kali ini, fokus mereka tertuju pada pengabdian dan pendakian di pelosok Indonesia, salah satunya di Pulau Sumatera Barat. Pra kegiatan merupakan upaya awal dalam rancangan ekspedisi mulai dari, penentuan lokasi, pencarian data, menentukan program kerja yang akan dilaksanakan, latihan fisik, dan membuat proposal sponsorship serta proposal kegiatan. Langkah itu merupakan bukti nyata semangat yang tak tergoyahkan walaupun dilakukan oleh dua orang yakni, Sejawat Ulil Ardi Pramista Akbar (Rrebez) selaku ketua pelaksana kegiatan dan Sejawat Muhamad Nur Hidayat (Tromol) selaku Sekertaris. Pelaksanaan dalam ekspedisi ini penuh tantangan mulai dari pelaksanaannya pengabdian yang dikerjakan hanya dua orang dengan program kerja: Kampus EXPO 2025 (edukasi pentingnya pendidikan setelah lulus SMA serta pemberian hadiah berupa buku UTBK), Ecoprint di SD 08 Talamau (Pembuatan Ecoprint dari Totebag dan Edukasi pentingnya Lingkungan Hidup). Selama perjalanan menemukan berbagai hal keanekaragaman budaya selain daripada itu tim ekspeditor melakukan penelitian budaya di Kampuang Tinggam Ulla dan Tinggam Mudiak. Berkomunikasi dengan orang-orang tua dikampung tersebut sangat senang dengan bahasa minang yang kami temukan membuat kami mengerti bahwa indonesia beragam bahasa dan budaya. Dalam pendakian tim ekspeditor melakukan pendakian di atap Sumatera Barat yakni, Gunung Talamau Via Pinaga (2982 MDPL). Perjalanan kami tempuh selama 4 hari dengan targetan membuat Peta 3D dan Penelitian Flora dan Fauna yang kami temukan selama di jalur pendakian. Eksotisme keindahan alam gunung Talamau ini, sangatlah asri dengan vegetasi tertutup kami menikmati keindahan alam yang kami temukan pertama kali serta mata air yang selalu kami temukan di setiap pos tempat pemberhentian kami. Dalam ekspedisi mengajarkan kami banyak hal selain pengalaman, relasi dan keanekaragaman budaya yang kami temukan menjadi tombak utama kami bahwasanya menjadi mahasiswa pecinta alam bukan soal mencintai akan tetapi melampaui lebih dari sekedar mencintai bahwasanya ciptaan tuhan itu indah dan membuat kami merasa bersyukur akan arti hidup yang sebenarnya.

Rabu, 01 Oktober 2025

CRAG CLIMBER GATHERING 2025

Mapala Specta kembali mendelegasikan anggota aktif yakni sejawat lekat dengan mengikuti Kegiatan Crag Climber Gathering yang sukses menyatukan para pecinta panjat tebing dari berbagai latar belakang, pada kegiatan ini menciptakan suasana yang tidak hanya edukatif tetapi juga sangat seru dan penuh kehangatan komunitas. Acara yang berfokus pada pengembangan keterampilan teknis dan etika pemanjatan ini menjadi magnet bagi climber lokal, nasional, hingga mancanegara.

Fokus Edukasi: Dari Tali Sampai Jalur Baru inti dari kegiatan ini adalah sesi pematerian dan praktik yang mendalam, dirancang untuk meningkatkan kompetensi setiap peserta. Dua materi utama yang disajikan tahun ini mendapat sambutan luar biasa: 

1. Masterclass Replin/Rappelling & Cleaning Sesi Repelling/Rappelling menjadi salah satu yang paling diminati. Para peserta dibimbing oleh instruktur profesional bersertifikat untuk menguasai teknik turun tebing dengan aman dan efisien. Pelatihan ini tidak hanya mencakup teknik dasar tetapi juga simulasi penanganan kondisi darurat (self-rescue). Dalam sesi ini, saya sebagi anggota mapala mengalami perbedaan cara dalam cleaning, di komunitas pemanjat, atau khusunya di sport climbing, disana mereka menggunakan anchor dari hanger dan Milions Rapid Oval (MR Oval) dan mereka meninggalkan Milions Rapid Oval (MR Oval) pada anchor, hal itu bertolak belakang dengan Mapala, hal itu mungkin di sebabkan karena di Mapala untuk alatnya terbatas dan milik instansi, dan juga kenapa Mapala menerapkan sistem paling dasar? Karena hal itu sebagai bahan ajaran paling dasar untuk anggota mapala.

2. Workshop Pembuatan Jalur (Route Setting) Bagian paling inovatif adalah workshop Pembuatan Jalur Baru (Route Setting). Dipimpin oleh route setter berpengalaman, sesi ini membuka wawasan peserta tentang filosofi di balik pembukaan jalur panjat tebing yang aman, menantang, dan berkelanjutan. Peserta diajarkan bagaimana memilih lokasi bolt, menentukan formasi batuan yang tepat, serta memahami etika pengembangan crag agar kelestarian lingkungan tetap terjaga.

Suasana Seru dan Bertabur Kawan Baru Selain ilmu yang bermanfaat, energi positif yang melingkupi Crag Climber Gathering menjadi daya tarik tersendiri. Suasana selama acara sangat seru, diisi dengan tawa, sharing pengalaman, dan semangat saling mendukung. Di sela kegiatan pematerian, sangat banyak doorprize yang di bagikan, hal itu karena kegiatan ini di sponsori oleh banyak media patner. Jaringan Internasional di Dinding Batu Salah satu hal yang membuat gathering tahun ini istimewa adalah hadirnya banyak kawan baru dari berbagai daerah bahkan mancanegara.Peserta dari negara-negara seperti Jerman, Australia, Hungaria antusias berbagi pengalaman tentang crag di negara mereka. Pertemuan ini tidak hanya melahirkan pertemanan baru tetapi juga membuka peluang kolaborasi panjat tebing lintas negara. Interaksi dengan climber internasional memberikan perspektif baru tentang peralatan (gear), metode latihan, dan filosofi pemanjatan yang berbeda, memperkaya pengetahuan climber Indonesia. Secara keseluruhan, Crag Climber Gathering telah membuktikan dirinya sebagai acara penting bagi komunitas panjat tebing. Ia tidak hanya melahirkan climber yang lebih terampil dan berpengetahuan, tetapi juga memperkuat ikatan persaudaraan yang melintasi batas daerah dan negara. Sampai jumpa di gathering berikutnya dengan tebing yang lebih tinggi dan send yang lebih sulit!

Kamis, 25 September 2025

PENGANGKATAN AIR BERSAMA PSS (PACITAN SPELEOLOGI SOCIETY) DI PACITAN 2025

MAPALA SPECTA– 20-22 September 2025. Mahasiswa Pecinta alam SPECTA UIN Raden Mas Said Surakarta telah mendelegasikan mahasiswanya untuk mengikuti kegiatan Pengangkatan air bersama PSS (Pacitan Speleology Society) di Pacitan. Kegiatan ini diadakan dengan tujuan untuk membantu masyarakat dalam keadaan kesulitan air, masyarakat meminta bantuan kepada PSS dan Mahasiswa Pecinta Alam untuk membantu dalam Pengangkatan air di Gua Jati Rambat, Pacitan. Harapannya masyarakat tidak kehabisan air sebagai sumber daya sehari-hari dan masyarakat sangat senang PSS beserta Mapala membantu dalam kegiatan Pengangkatan Air ini. Mapala SPECTA mendelegasikan anggotanya yakni, Abate, Tromol, Lekat, Taber untuk Masuk ke gua bersama PSS dan Mapala lainnya. Sedangkan Anggota SPECTA lainnya yakni, Petty dan Kebar membantu menjaga entrance gua guna ada hal-hal lain yang dibutuhkan dan membantu ketika ada permasalahan dalam pengangkatan Air. Semoga kegiatan ini dapat terus berlanjut dengan lebih baik lagi dan bantua kepada masyarakat terus berjalan agar bisa bermanfaat.

BAIAT ANGGOTA MADYA 2026

​ BAIAT MADYA MAPALA SPECTA 2026 Setelah melalui rangkaian pendidikan dan pembinaan yang panjang, anggota muda MAPALA SPECTA akhirnya mencap...