Kamis, 18 Mei 2023

Delegasi Switch Off Earth Hour 2023

  


Pendelegasian Switch Off Earth Hour 2023

 

Sejak 2007, Earth Hour telah menyoroti isu-isu perubahan iklim dan hilangnya alam. Hal ini telah menjadi salah satu platform mobilisasi mendasar yang paling populer, serta telah menjangkau lebih dari 190 negara dan wilayah juga jutaan orang di seluruh dunia. Pada tahun 2023, Perayaan Earth Hour yang ke-16 mengangkat tema “Aksi Kita Satu Jam Untuk Bumi".

Di Indonesia sejak pertama di inisiasi tahun 2009 oleh WWF-Indonesia, Earth Hour telah didukung oleh 128 kota, dan digerakkan oleh 2000 volunteer aktif yang tersebar di 30 kota, serta didukung oleh 2 juta pendukung melalui aktivasi digital. Sejak tahun 2014, WWF-Indonesia dan komunitas Earth Hour terlibat aktif dalam menginisiasi program konservasi dan telah melakukan transplantasi terumbu karang sebanyak 1460 pada 5 titik lokasi di Bali dan pembibitan serta penanaman mangrove sebanyak 13.110 bibit di 6 wilayah yaitu: Bali, Surabaya, Balikpapan, Aceh, Tangerang, dan Serang.

 

Pada pelaksaan Earth Hour 2023 di Indonesia, WWF-Indonesia dan Komunitas Earth Hour di 30 Kota akan berfokus pada empat issue utama, yaitu membangun kolaborasi untuk kampanye mengurangi sampah plastik di lautan, mempromosikan kampanye hemat energi serta energi terbarukan, menginisiasi komitmen anak muda untuk program pembangunan kesadaran konsumen akan pola konsumsi yang berkelanjutan, serta menggerakkan kampanye pembangunan kesadaran terkait keanekaragaman hayati dan perlindungan alam di seluruh Indonesia, melalui pesan utama : Ini Aksiku, 1 Jam untuk Bumi

Pelaksanaan Earth Hour 2023 di Indonesia dilaksanakan di kota solo, dengan rangakain kegiatan yang diawali oleh penampilan kreatifitas musikalisasi , menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan sambutan-sambutan dari berbagai pihak terkait, penarikan tuas pemadaman listrik, dan penampilan musik dari grub band yang terkenal di Solo. Kemudian setelah berlangsung selama satu jam perhitungan pemdaman listrik, acara ditutup dengan penampilan grub band Jungkat-Jungkit. 

 

Pesan Kegiatan Earth Hour 60 pada tanggal 25 Maret 2023 yaitu:

Alam tidak bisa menunggu. Jika kita ingin mengembalikan  hilangnya alam pada tahun 2030, setiap jam yang kita miliki merupakan hal penting dan harus digunakan untuk mengirimkan pesan yang jelas kepada dunia.

Salam Lestari !!!

 

 

SERTIJAB Mapala SPECTA 2023


Mahasiswa Pecinta Alam(MAPALA) SPECTA telah melaksanakan Serah Terima Jabatan Kepengurusan Mapala SPECTA Periode 2023 UIN Raden Mas Said Surakarta. Acara ini dilaksanakan di Gedung Pasca Sarjana UIN Raden Mas Said Surakarta(24/02/2023)

Mapala SPECTA didirikan pada 07 Januari 1994 dan merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa(UKM) tertua di UIN Raden Mas Said Surakarta. Pada acara serah terima jabatan ini mengusung tema “New Spirit for Advanced Organization”.

Pada pukul 19:00 acara ini diawali dengan pembukaan, pembacaam ayat suci al qur’an. Dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta pembacaan kode etik pecinta alam. Lalu acara dilanjutkan dengan pembacaan Kutipan Keputusan Rektor Universitas UIN Raden Mas Said Surakarta tentang pengurus UKM Mahasiswa Pecinta Alam SPECTA Universitas Raden Mas Said Surakarta 2023 oleh pembina MAPALA SPECTA

Kemudian acara dilanjutkan dengan sumpah pengurus Mahasiswa Pecinta Alam SPECTA Universitas Raden Mas Said Surakarta 2023. Sekitar pukul 19:30 dilakukan serah terima jabatan ketua Mahasiswa Pecinta Alam SPECTA periode 2022 kepada Ketua Mahasiswa Pecinta Alam SPECTA periode 2023. Acara dilanjut dengan  sepatah kata dari Keua Umum Mahasiswa Pecinta Alam SPECTA periode 2022 kemudian sepatah kata dari Ketua Umum Mahasiswa Pecinta Alam Periode 2023. MKE(Majelis Kode Etik), Alumni Mapala SPECTA ataupun KBS(Keluarga Besar SPECTA), dan Pembina Mahasiswa Pecinta Alam SPECTA juga turut memberikan pesan untuk kepengurusan yang akan berlangsung. Pada pukul 19:50 acara selesai dan ditutup dengan do”a


 

Jumat, 27 Januari 2023

Reorganisasi guna Menuju kejayaan menjadi kualitas yang terbaik

Mapala Specta-Solo. Salam Lestari. Dalam organisasi atau perkumpulan, diperlukan persetujuan antaranggota untuk memilih dan menetapkan pemimpin. Pergantian Kepemimpinan di mapala specta dilakukan saat acara musmapa.

Musmapa adalah musyawarah mahasiswa pecinta alam mapala specta. musmapa merupakan forum tertinggi yang ada di mapala specta. Musmapa XX tahun ini dilaksanakan di gedung dakwah Ir.H. Sanusi Tawangmangu seperti tahun-tahun yang lalu pada tanggal 20-23 Januari 2023.

Acara Musmapa kali ini mengungsung tema "Move to glory to be high quality" yang artinya Menuju kejayaan menjadi kualitas yang terbaik. Harapan dari tema tersebut untuk mapala yang lebih jaya dan berkualitas lebih baik dari sebelumnya. 

Kegiatan dibuka oleh presidium sementara lalu dilanjutkan dengan sambutan oleh ketua umum periode 2022 sejawat Luntheng. Di lanjutkan dengan pemilihan presidium tetap dan acara-acara berikutnya.

Musmpa XX ini dilakukan dengan tujuan mempertanggungjawabkan program kerja ketua umum selama satu periode dan memilih formatur yang baru untuk periode 2023. Terselenggaranya Kegiatan Musmapa XX ini memperoleh ketua umum periode 2023 yaitu Arta Dian Pratama atau sejawat So'on dengan MPA 27.127.GB.

Selamat atas terpilihnya sejawat So'on.


Selasa, 10 Januari 2023

Milad Mapala SPECTA 29 Tahun, Tasyakuran, dan Family Gather

 



         Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) SPECTA merayakan hari jadinya ke 29 tahun dan mengadakan acara bertajuk milad internal, tasyakuran, dan family gathering di Villa Grha Wira pada Jumat-Sabtu (06-07/01/2023).

            Mapala SPECTA didirikan pada 07 Januari 1994 dan merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) tertua yang berada di UIN Raden Mas Said Surakarta. Pada milad internal ini mapala specta mengusung tema “Searah Dalam Satu Tujuan, Seiras Dalam Satu Ikatan”. Harapannya agar para anggota SPECTA kedepan semakin erat, dan tetap seiras dalam berproses serta menyelaraskan visi dan misi agar tetap SPECTA semakin berkembang dan terus maju seiring dengan berjalannya waktu.

            Dalam perayaan milad Specta ke-29 tahun ini dihadiri oleh anggota muda sampai seluruh keluarga besar specta. Tak hanya perayaan milad, kali ini 3 acara sekaligus yaitu milad, tasyakuran, dan family gathering. Milad untuk memperingati ulang tahun SPECTA ke 29 , tasyakuran untuk anggota muda dan family gathering yaitu berkumpul semua anggota SPECTA dari generasi ke generasi. Acara dimulai pada pukul 21:00 WIB diisi dengan pembukaan dan beberapa sambutan dari ketua umum, ketua panitia dan perwakilan dari Keluarga Besar SPECTA (KBS).

            Setelah itu, dilanjutkan dengan perkenalan dari anggota muda dan pemotongan tumpeng. Tidak lupa juga untuk memeriahkan acara, terdapat penampilan dari anggota muda yakni pembacaan puisi diiringi dengan nyanyian lagu, dan beberapa penampilan dari anggota SPECTA yang lain seperti bernyanyi lagu “Mars SPECTA” dan lagu lainnya dengan diiringi dengan suara gitar.

            Memasuki puncak acara, dilanjutkan dengan sarasehan yakni saling perkenalan antar anggota dari generasi ke generasi dan bercerita pengalaman-pengalaman yang di dapat saat berada di Specta. Setelah itu, dilanjutkan bakar-bakar sampai waktu pukul 00:00 WIB tepat di tanggal 07 Januari 2023. Seluruh anggota kembali ke dalam aula untuk merayakan hari ulang tahun SPECTA ke 29 tahun.

            Seluruh anggota sama-sama menyanyikan lagu dari jamrud yang berjudul selamat ulang tahun dan peniupan lilin dan pemotongan kue yang diwakilkan oleh ketua umum Mapala SPECTA. Akhir acara ditutup dengan makan bersama seluruh anggota SPECTA.

            Perayaan Milad Internal ini menjadi salah satu agenda rutin yang dilaksankan di setiap tahunnya. Hal ini bertujuan untuk menambah keakraban dan menjalin tali silahturahmi sesama anggota dengan keluarga besar Mapala SPECTA.  

Kamis, 29 Desember 2022

Pendidikan Dasar Pecinta Alam (DIKDAPA) Ke-XXVIII


Mahasiswa Pecinta Alam  SPECTA sebuah organisasi yang bergerak di bidang kepecintaalaman dan kepetualangan. Ketika seseorang ingin bergabung dalam Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala), tentu setiap calon anggota harus melalui beberapa proses dan prosedur yang berlaku. Proses itulah yang menjadikan seseorang itu memahami dan bisa mengartikan betapa pentingnya sebuah perjalanan untuk mencapai sebuah tujuan.

Salah satu prosesnya yaitu Pendidikan Dasar Pecinta Alam (DIKDAPA). Begitu juga dengan Mahasiswa Pecinta Alam SPECTA, Pendidikan Dasar Pecinta Alam (DIKDAPA) XXVIII menjadi syarat wajib untuk menjadi anggota Mahasiswa Pecinta Alam SPECTA, hal tersebut tentunya digunakan untuk melanjutkan tonggak estafet organisasi. DIKDAPA XXVIII yang dilakukan pada tanggal 23 hingga 28 Desember 2022.

Di  Lereng Gunung Lawu Selatan merupakan sebuah tempat lahirnya para Mahasiswa Pecinta Alam SPECTA lahir dan menjadi anggota Mahasiswa Pecinta Alam SPECTA, mulai dari angkatan terdahulu hingga sekarang, selalu menggunakan tempat di Lereng Gunung Lawu Selatan. Tepat tanggal 28 Desember kemarin telah lahir anggota muda Mahasiswa Pecinta Alam SPECTA yang ke 28, angota muda yang baru ini berjumlah 12 orang yang diantaranya 3 Laki Laki dan 9 Perempuan. Mereka semua telah mengikuti berbagai rangkaian proses seleksi sekitar 2 bulan sebelum masuk ke lapangan, proses seleksi mulai dari screning, materi ruang, materi praktek, dan terakhir test fisik.


Pendidikan Dasar Pecinta Alam (DIKDAPA) XXVIII Mahasiswa Pecinta Alam SPECTA ini ditutup dengan upacara penutupan dan dihadiri oleh Wakil Rektor 3 UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. H. Syamsul Bakri, S.Ag., M.Ag. Dalam sambutannya, beliau mengucapkan selamat kepada 12 peserta DIKDAPA XXVIII yang telah di baiat menjadi anggota muda Mahasiswa Pecinta Alam SPECTA. Beliau juga bangga dengan Mahasiswa Pecinta Alam  SPECTA yang telah menyukseskan pendidikan dasar kali ini. "SPECTA adalah organisasi yang telah mengeluarkan banyak kontribusi baik dari prestasi tingkat nasional hingga internasional " kata Prof. Dr. H. Syamsul Bakri, S.Ag., M.Ag.

Selasa, 06 Desember 2022

Peduli Gempa Cianjur, 2 Relawan MAPALA SPECTA diterjunkan untuk Membantu Korban Terdampak Bencana


Sebagai bentuk kepedulian untuk korban Bencana Gempa Bumi di Cianjur, Jawa Barat, 2 relawan Mapala SPECTA UIN Raden Mas Said Surakarta diterjunkan untuk membantu proses evakuasi pasca gempa Cianjur serta melakukan penyaluran hasil donasi berkolaborasi dengan Onsight Foundation.

2 Relawan tersebut yakni :

Imam Dzul Iqbal (Fakultas Ushuluddin dan Dakwah)

Ahmad Ainun Nadhor (Fakultas Adab dan Bahasa)

Sebelum relawan diterjunkan, Mapala SPECTA juga menggelar aksi penggalangan dana selama empat (4) hari. Aksi itu digelar dengan sejumlah anggota Mapala SPECTA bergerak ke beberapa titik di sekitaran wilayah kampus UIN Raden Mas Said Surakarta.

Hasil donasi terkumpul sejumlah Rp. 6.066.000 rupiah, dan sepenuhnya disalurkan kepada korban terdampak gempa di Cianjur melalui yayasan Onsight Foundation.

Gempa bermagnitudo 5,6 SR terjadi dan menimbulkan kerusakan signifikan di Cianjur, Jawa Barat. Selain merusak insfratruktur, gempa juga telah merenggut banyak korban kehilangan nyawa di kalangan warga setempat.

Relawan gabungan tersebut terdiri dari relawan SARMMI, Mapala SPECTA UIN Raden Mas Said Surakarta, dan Onsgiht Foundation yang telah mendirikan posko induk di Dusun Sirnagalih, Kec. Cilaku.

Ahmad menerangkan, tim ini akan melakukan distribusi bantuan serta mendukung upaya penanganan bencana yang dilakukan pemerintah serta organisasi masyarakat setempat sesuai dengan kapasitas yang dimiliki.

Ia menambahkan, "Sementara ini, kami fokus menyalurkan bantuan peralatan pertukangan guna menunjang renovasi bangunan-bangunan yang runtuh akibat gempa" 

Tidak hanya membantu dalam fasilitas infrastruktur akan tetapi tim relawan juga membantu dalam segi kesehatan korban. "Kami juga menyalurkan obat-obatan untuk para korban, dikarenakan bantuan dalam segi kesehatan sangat diperlukan oleh para korban saat ini" ujar Imam, Sabtu (03/12/2022) 

Tim juga mendapatkan assessment terkait rusaknya tempat ibadah/masjid, pada saat ini masih ada masjid yang masih layak serta masih sering digunakan masyarakat.

"Dari perangkat desa menganjurkan untuk merenovasi masjid yang telah rusak tersebut agar bisa digunakan masyarakat kembali" ujar Ahmad.

Setelah mendapat assessment tersebut tim langsung bergerak untuk mempersiapkan langkah selanjutnya. "Keesokan harinya kami dan tim relawan lainnya langsung melakukan pembongkaran masjid yang rusak untuk merenovasi kembali" ujar Imam Minggu (04/12/2022)

Selasa, 15 November 2022

Mapala SPECTA Sukses Gelar Ekspedisi di Pulau Kalimantan

Mahasiswa Pecinta Alam SPECTA UIN Raden Mas Said Surakarta telah sukses mengadakan Ekspedisi Nagari Borneo, Ekspedisi kali ini bertempat di Pulau Kalimantan, tepatnya Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. 


Danang Prakoso selaku ketua pelaksana Ekspedisi Nagari Borneo, menjelaskan bahwa Nama Nagari Borneo terdiri dari dua kata yaitu “Nagri“ yang di serap dari bahasa sunda yang berarti sebuah negeri atau wilayah yang luas serta “Borneo” merupakan nama lain dari Pulau Kalimantan dan merupakan nama salah satu pohon yaitu pohon borneol yang banyak tumbuh di Kalimantan pada abad ke-15. Ekspedisi ini mengusung tema  “Penjelajahan Menembus Pulau Seribu Sungai” yang berarti Ekspedisi yang di lakukan di Kalimantan yang terkenal dengan kondisi geografisnya yang dialiri banyak sekali sungai. Keberadaan sungai memainkan peranan penting dalam hal komunikasi dan ekonomi penduduknya.


"Ekspedisi ini mendelegasikan 11 ekspeditor yang telah sukses menuntaskan visi-misinya disetiap medan yang dilaluinya, ekspedisi ini memerlukan waktu kurang lebih 3 minggu untuk menyelesaikannya" ungkapnya, Senin (14/11/2022).


Dalam ekspedisi ini terbagi menjadi 4 divisi yaitu:

Gunung Hutan yang bertempat di Gunung Bukit Raya via Tumbang Habangoi, Kalimantan Tengah. 

Luthfian Farhandika selaku koordinator lapangan Tim Gunung Hutan, menjelaskan bahwa Gunung Bukit Raya adalah salah satu dari 7 puncak tertinggi di Indonesia dan pegunungan terbesar kedua di Indonesia. Gunung Bukit Raya memiliki hutan yang masih asri sehingga banyak ditemukan flora dan fauna endemik di dalamnya.


"Mendaki Gunung Bukit Raya membutuhkan waktu 8 hari perjalanan untuk bisa sampai lagi ke Desa Tumbang Habangoi (desa terakhir), tidak hanya mendaki kami juga melakukan pemetaan jalur serta eksplorasi. Untuk mendaki kami harus melewati 67 sungai dan hutan belantara yang masih asri sehingga cahaya matahari sukar untuk didapatkan, serta hal yang paling menakjubkan adalah flora dan fauna endemik seperti burung enggang, tumbuhan kantong semar dan sebagainya" ungkapnya, Senin (14/11/2022).


Rafting bertempat di Sungai Amandit, Loksado, Kalimantan Selatan.

Arta Dian selaku koordinator lapangan Tim Rafting, menjelaskan bahwa pada ekspedisi kali ini tim Rafting melakukan pengarungan panjang kurang lebih sejauh 26 km. 


Pada ekspedisi kali ini tim Rafting melakukan pengarungan jalur atas yang mana merupakan jalur pengarungan yang sudah lama tidak dilewati selama 1 tahun setengah sebelumnya. Serta tim Rafting mapala Specta melakukan kembali ke jalur atas tersebut untuk meksplorasi lebih dalam jalur atas pengarungan sungai Amandit.


"ekspedisi kali ini tim ekspeditor rafting juga melakukan pembuatan peta jalur pengarungan sungai amandit dari jalur atas dimulai start desa lian paku, Haratai sampai finish amandit bawah desa Halunuk, Kalimantan Selatan" ungkapnya, Senin (14/11/2022).


Rock Climbing bertempat di Tebing Batu Laki dan Batu Bini, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan.

Intan Az Zahra selaku koordinator lapangan Tim Rock Climbing, menjelaskan bahwa tebing ini merupakan tebing iconnic bagi para pemanjat, dengan ciri khas tebing Batu Laki berada di sisi sungai Amandit di Kalimantan Selatan, sedangkan Batu Bini merupakan jalur baru yang di buat oleh team Vertikal Rescue Indonesia. Track menuju lokasinya terbilang sulit dengan alam Kalimantan yang masih asri sehingga banyak ditemukan satwa endemik seperti bekantan & monyet hitam dari hasil pengamatan.


"Tim Rock Climbing memiliki misi seperti mendata jalur dan merintis sebuah jalur yang di beri nama jalur SCC yang berfilosofi sangat kental di Mapala SPECTA. Tim berhasil merintis jalur panjat sejauh 12  meter dari dasar tebing Batu Laki, meski tinggi tebing terhitung 25 meter berdasarkan hasil pengukuran. Tebing ini masih aman untuk dipanjat dengan catatan butuh kehati-hatian ekstra dalam memilih tambatan dan pengaman saat proses pemanjatan" ungkapnya, Kamis (14/11/2022).


Caving bertempat di desa Nateh, Kec. Batang Alai Timur, Kab. Hulu Sungai Tengah dan di Telaga Langsat.

Raihan Hibban Machrus selaku koordinator lapangan Tim Caving, menjelaskan bahwa pada Gua Batu Sawar itu akses menuju ke Gua sangat sulit, kita harus mendaki bukit terlebih dahulu untuk bisa sampai di mulut Gua. Gua Batu Sawar juga masih asri sehingga banyak ditemukan flora dan fauna baik di dalam maupun di luar Gua. Kemudian untuk Gua Ali itu memerlukan perjalanan yang cukup lama untuk menuju kesana dikarenakan untuk sampai di Gua Ali ini kita harus melewati hutan sekitar 1 jam terlebih dahulu untuk sampai di mulut Gua Ali. 


"Di Gua Ali masih sangat kental perihal mistis dan hal gaib lainnya. Gua ini sangat luas dan banyak sekali cabangnya,  konon di Gua Ali masih banyak manusia kerdil." Ungkap Raihan

ungkapnya, Senin (14/11/2022).


Selain itu Tim Ekspedisi Nagari Borneo juga melakukan pengabdian masyarakat di Desa Artain, Kec. Aranio, Kab. Banjar, Kalimantan Selatan.

Desa Artain sendiri merupakan wilayah yang jauh dari perkotaan satu-satunya akses transportasi untuk menuju desa tersebut harus dengan menggunakan perahu klothok yang beroperasi hanya dipagi dan sore hari. Keberadaan Desa Artain dan kearifan lokal, flora fauna ini menarik tim untuk melakukan pengabdian di desa tersebut. Pengabdian dilakukan juga untuk mengetahui bagaimana keadaan sosial perilaku masyarakat, perekonomian masyarakat, yang sangat berharap bahwasanya Desa Artain menjadi salah satu desa wisata dengan keindahan alamnya dan beberapa titik tempat wisata alam yang mampu memukau para wisatawan kelak. Hal ini mendorong kepala desa dan Tim Ekspedisi untuk membenahi perilaku warga Desa Artain dan memberikan sosialisasi perilaku yang dasar terkait kebersihan lingkungan.


"Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kawasan wisata di Desa Artain sangat-sangat memukau seperti surga yang tersembunyi selain beberapa titik obyek wisata di daerah Artain pun masih banyak flora fauna seperti beruang madu, rusa, kayu Ulin dan lebah hutan yang masih melimpah luas. Desa Artain ini pun penghasil madu hutan dan mempunyai produksi secara tradisional.  hal ini dapat membantu perekonomian masyarakat desa. Di sisi lain, perilaku masyarakat terkait sampah masih di abaikan dan pekerjaan rumah warga di Desa Artain yang sangat jadi prioritas utama" tutur sekertaris Desa Artain Bapak Rahmat Basuki.

"Selain itu Tim Ekspedisi Nagari Borneo juga melakukan sosialisasi terhadap siswa-siswi di Sekolah Dasar Negeri Artain, dengan kepala sekolah Bapak Puguh kami melakukan pengajaran sekolah alam memperkenalkan ke murid-murid dasar-dasar kepedulian terhadap lingkungan dan pemanfaatan sampah yang dapat diolah kembali atau bisa disebut ecobric dan murid-murid sangat antusias dalam menyimak pendidikan kami yang kami berikan untuk murid Desa Artain, masyarakat Desa Artain pun sangat berterimakasih terhadap kedatangan kami dan mereka berat untuk melepas kami kembali, pertemuan di Desa Artain berlangsung selama 4 hari dan masyarakat sangat menerima kehadiran kami" ungkap danang prakoso selaku ketua pelaksana, Senin (14/11/2022).

BAIAT ANGGOTA MADYA 2026

​ BAIAT MADYA MAPALA SPECTA 2026 Setelah melalui rangkaian pendidikan dan pembinaan yang panjang, anggota muda MAPALA SPECTA akhirnya mencap...