Kamis, 18 Januari 2024

SPECTACULAR


 Dalam rangka perayaan 3 Dekade Mapala SPECTA menggelar konser musik. Konser musik digelar di Kali Pepe Land, Boyolali pada Sabtu, 13 Januari 2024.  Konser ini mengusung tema “ Sound Of Universe”. 

      Dalam konser musik SPECTACULAR ini menampilkan berbagai grup musik ternama, yaitu Bivak, Pisah Ranjang, Werkend Warriors, MCPR, Bravesboy, dan Diskoplo. Tak hanya penampilan dari para band, konser ini juga dimeriahkan oleh kuis berhadiah merchandise dan talkshow pendakian gunung es bersama APGI serta kegiatan lainnya seperti, mural, city camp, outdoor gelar, dan fun bolder. 



      Sukses acara spectacular diharapkan dapat menghibur segenap penonton yang datang. Mapala SPECTA mengundang hangat masyarakat umum, penggemar musik, dan pecinta petualangan untuk bergabung dalam perayaan gemilang tersebut.

Milad dan Tasyakuran Mapala SPECTA

30 Tahun Mapala SPECTA dan Tasyakuran Angkatan Servantdha Magi 


MAPALA SPECTA – Pada Sabtu, 6-7 Januari 2024. Mapala Specta telah melaksanakan kegiatan Milad dan Tasyakuran ke-30. Kegiatan tersebut sekaligus memperkenalkan Anggota Muda dan nama Angkatan baru Mapala Specta.
Acara Milad dan Tasyakuran ini diselenggarakan pada pukul 19.00 WIB s.d selesai dan berlangsung secara offline yang bertempat di parkiran Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta. Adapun tamu undangan yang turut hadir dalam acara Milad dan Tasyakuran ke-30 yaitu alumni Anggota Mapala Specta yang sudah lulus berikut dengan Anggota Aktif Mapala Specta.
Dengan merangkai tema “MENJADI KUAT UNTUK TIGA DEKADE YANG HEBAT” merupakan suatu apresiasi atas berjalannya 30 tahun organisasi berdiri sampai saat ini. Acara milad dan tasyakuran merangkai acara yang berbeda dari sebelumnya dengan menghadirkan pentas seni drama dari Anggota Muda dan diakhiri dengan malam puncak.



Terlaksananya kegiatan Milad dan Tasyakuran Mapala Specta ke-30. Dapat menjadi pintu pembuka kepada Anggota Baru khususnya, dalam melakukan kegiatan-kegiatan yang ada di dalam organisasi Mapala Specta. Untuk mencetak anggota yang mampu bersaing dan berkreatifitas di dalam maupun diluar kampus.

Senin, 08 Januari 2024

DIKDAPA XXIX MAPALA SPECTA

 MAPALA SPECTA KEMBALI LAHIRKAN 14 KADER HEBAT DI TAHUN KE 30 PADA DIKDAPA XXIX 2023

Mahasiswa Pecinta Alam SPECTA Adalah Organisasi Yang Mengutamakan Petualangan Dan Cinta Alam Tujuan Utamanya Adalah Untuk Mengenalkan Dan Memahamkan Mahasiswa Tentang Keindahan Alam Serta Kegiatan Petualangan Di Alam Terbuka. Salah Satu Aspek Penting Dari Mapala Adalah Kesadaran Terhadap Pelestarian Lingkungan Dan Keberlanjutan Alam Setiap Orang Yang Memiliki Minat Dan Ingin Bergabung Menjadi Anggota Harus Mengikuti Beberapa Proses Dan Prosedur Yang Berlaku. Dalam Proses Ini, Seseorang Dapat Memahami Dan Memahami Betapa Pentingnya Melakukan Perjalanan Untuk Mencapai Tujuan.

Salah Satu Prosesnya Adalah Pendidikan Dasar Pecinta Alam (DIKDAPA). Begitu Juga Dengan Mahasiswa Pecinta Alam SPECTA, Menjadi Anggota Mahasiswa Pecinta Alam SPECTA Harus Mengikuti Pendidikan Dasar Pecinta Alam (DIKDAPA) XXIX Pendidikan Dasar Pecinta Alam Mapala Specta (DIKDAPA) Merupakan Program Yang Dijalani Oleh Mahasiswa Pecinta Alam Untuk Meningkatkan Pemahaman Dan Keterampilan Dalam Bidang Pecinta Alam. Ini Dimaksudkan Untuk Mengikuti Garis Depan Organisasi. DIKDAPA XXIX Yang Berlangsung Dari Tanggal 23 Hingga 29 November 2023.


Di Lereng Gunung Lawu Selatan, Mahasiswa Pecinta Alam SPECTA Lahir Dan Menjadi Anggota. Tepat Tanggal 29 November Kemarin Telah Lahir Anggota Muda Mahasiswa Pecinta Alam SPECTA Yang Ke 28, Angota Muda Yang Baru Ini Berjumlah 14 Orang Yang Diantaranya 9 Laki Laki Dan 5 Perempuan. Mereka Semua Telah Mengikuti Berbagai Rangkaian Proses Seleksi Sekitar 2 Bulan Sebelum Masuk Ke Lapangan, Proses Seleksi Mulai Dari Screning, Materi Ruang, Materi Praktek, Dan Terakhir Test Fisik.


Jumat, 08 Desember 2023

BUILD CONTROLING OUTDOOR TRAINING MAPALA SPECTA 2023

 Build Controling Outdoor Training Mapala SPECTA 2023



Build Controling Outdoor Training (BCOT) Mapala SPECTA merupakan yang bertujuan untukmengembangkan minat dan bakat dalam divisi outdoor anggota Mapala SPECTA. Build Controling Outdoor Training (BCOT) ini merupakan program kerja dariPengurus Divisi I P3A. Build Controling Outdoor Training (BCOT) telah terlaksana pada 27-29 Oktober 2023 dengan 4 Divisi yaitu, Gunung Hutan, Caving, Rock Climbing, dan Rafting.




​Divisi Gunung Hutan dilakukan di Tlogo Dringopada 27-29 Oktober 2023. Targetan dari Divisi Gunung Hutan ini adalah membaca garis kontur pada peta dan melakukan Survival.



Kegiatan Build Controling Outdoor Divisi Caving telah terlaksana pada 27-29 Oktober 2023 di Luweng Ombo, Pacitan. Adapun targetan kegiatan iniyaitu Pengibaran Bendera Merah Putih di LuwengOmbo dengan kedalaman -+120m. 


 


Kegiatan Build Controling Outdoor Divisi Rock Climbing telah terlaksana pada 27-29 Oktober 2023 di Tebing Siung, Gunung Kidul. Adapun targetankegiatan ini yaitu praktik hanging camp. 

 


Kegiatan Build Controling Outdoor Divisi Rafting telah terlaksana pada 27-29 Oktober 2023 di Sungai Elo, Magelang. Adapun targetan kegiatan iniyaitu Pengarungan, Pemetaan jeram, dan River camp.

Selasa, 03 Oktober 2023

SUKSES GELAR EKSPEDISI MAPALA SPECTA DI TITIK TENGAH INDONESIA




Ekspedisi Mapala SPECTA, Menapaki Titik Tengah Indonesia

            Mahasiswa Pecinta Alam SPECTA UIN Raden Mas Said Surakarta telah sukses mengadakan Toraja Expedition, ekspedisi kali ini bertempat di Pulau Sulawesi, tepatnya di Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam pelaksanaan kegiatan Toraja Expedition di Sulawesi Selatan, guna memenuhi syarat kenaikan jenjang menjadi anggota penuh SPECTA yang berlandaskan tri dharma perguruan tinggi  yang dilaksanakan Mahasiswa Pencinta Alam (MAPALA) SPECTA Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta. Toraja Expedition dilaksanakan pada tanggal 1 - 23 September 2023. Sebelum keberangkatan telah dilaksanakan upacara pelepasan di depan wall climbing Mapala SPECTA yaitu pada tanggal 1 September 2023 yang dipimpin oleh Arta Dian Pratama selaku ketua umum Mapala SPECTA.

     Rudi Ardiansyah selaku ketua pelaksana Ekspedisi (Spesialisasi) Toraja Expedition menjelaskan bahwa, Nama Toraja Expedition ini berasal dari kata “Toraja” yang bermakna orang yang berdiam diri diatas. Berarti bahwa kami bermimpi ekspedisi ke Pulau Sulawesi dan kita ingin berada diatas mimpi itu. Ekspedisi (spesialisasi) ini mengusung tema “Menapaki Titik Tengah Indonesia” yang berarti ekpedisi ini akan dilakukan di Pulau Sulawesi yang terkenal dengan kondisi geografisnya yaitu berada di titik tengah wilayah Indonesia. Ada 11 orang ekspeditor yang berangkat ke Pulau Sulawesi yang terbagi menjadi 4 divisi yaitu gunung hutan, caving, rock climbing dan rafting. Ekspedisi ini terlaksana kurang lebih 3 minggu dengan transportasi jalur darat dan laut.

“Ekspedisi kali ini terbagi menjadi beberapa lokasi yang berbeda, divisi Gunung Hutan melaksanakan pendakian di Gunung Latimojong via Angin-angin lintas Karangan, Kabupaten Enrekang. Kemudian divisi Caving melaksanakan penelusuran dan pemetaan gua di Gua Sulaiman dan Gua Lantang Huu yang terletak di Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung, Kabupaten Maros. Divisi Rafting melaksanakan pengarungan Panjang di sungai terpanjang di Sulawesi Selatan yaitu Sungai Sa’dan yang terletak di Kabupaten Tana Toraja. Terakhir divisi Rock Climbing  melaksanakan pemanjatan dan pengibaran bendera raksasa di Tebing Tinoring yang terletak di Kabupaten Tana Toraja.” Senin (02/09/2023)

Gunung Hutan bertempat di Gunung Latimojong Via angin-angin lintas karangan.

Hamas basayev selaku koordinator lapangan Tim Gunung Hutan, menjelaskan bahwa Gunung Latimojong adalah salah satu dari 7 puncak tertinggi di Indonesia.

“Tim Gunung Hutan melakukan pendakian Gunung Latimojong via angin-angin lintas karangan. Selain, itu kami juga melakukan pemetaan digital jalur selama pendakian berlangsung. Jalur angin-angin sendiri cenderung memerlukan waktu pendakian yang lebih lama dan masih sangat asri. selama pendakian kami sering menjumpai hutan lumut sepanjang perjalanan. Jalur karangan cenderung lebih curam dan banyak bantuin webbing untuk para pendaki karena jalur yang sangat ekstrem. Namun, banyak juga mata air sehingga meringankan para pendaki.” Senin (02/09/2023)


Caving bertempat di Gua Sulaiman dan Lantang Huu, Kab. Marros

Ahmad Al Ayubi selaku koordinator lapangan Tim Divisi Caving menjelaskan bahwa letak Gua Sulaiman sangat mudah ditemukan, Gua Sulaiman sendiri terletak di pinggir jalan poros Dusun Pattunuang, Desa Samangki, Kec Simbang, Kab Maros. Gua ini adalah jenis gua horizontal yang tersusun dari jenis batuan karst. Kondisi gua ini kering sedikit berlumpur dan ada genangan air pada buttom nya.

“Selanjutnya adalah Gua Lantang Huu yang masih satu wilayah dengan Gua Sulaiman, untuk sampai di camp terakhir sebelum menuju mulut gua memerlukan waktu kurang lebih 45 menit, dan tracking lagi menaiki bukit kurang lebih 1 jam untuk sampai di mulut gua. Gua ini merupakan gua vertikal single pitch dengan kedalaman kurang lebih 50m.” Senin (02/09/2023)


Rafting bertempat di Sungai Sa’dan, Sulawesi Selatan.



Imam Dzul Iqbal selaku koordinator lapangan Tim Divisi Rafting menjelaskan bahwa Sungai Sa’dan merupakan sungai terpanjang di provinsi Sulawesi Selatan yang melintang sepanjang 150 Km salah satunya melintasi kabupaten Tana Toraja. Namun Tim Rafting kali ini melakukan pengarungan yang sepanjang kurang lebih 46 km yang ditempuh dalam waktu 2 hari. Pengarungan hari pertama dilakukan sejauh 13 km, dan pengarungan hari kedua dilakukan sejauh 33 km..

“ Tim Ekspedisi Divisi Rafting ini melakukan Pemetaan Jeram dan tracking jalur pengarungan Sungai Sa’dan dari titik start sampai finish untuk pembuatan peta jalur pengarungan Sungai Sa’dan.” Senin (02/09/2023)

 

Rock Climbing bertempat di Tebing Tinoring, Desa Ke'pe Tinoring, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja.


Tujuan/misi dari tim rc yaitu untuk melakukan pemanjatan multi pitch di jalur buangin (KMPA GANESHA ITB) sekaligus melakukan praktik hanging camp dan diakhiri dengan pengibaran bendera merah putih raksasa, serta melakukan pendataan jalur sport climbing yang terdapat di tebing tinoring ujar Aditya Naufal selaku koordinator lapangan Tim Divisi Rock Climbing.

Dari pemanjatan multi pitch tersebut, tim Rock Climbing memutuskan berhenti pada pitch 2 dengan ketinggian ±60 meter dikarenakan terdapat kendala cidera kaki pada salah satu anggota tim ekspeditor. Kemudian penerapan hanging camp dilakukan di pitch 1 dengan menggunakan instalasi hammock, serta berhasil mengibarkan bendera merah putih raksasa dengan ukuran 10×12 meter di top tebing tinoring dengan menggunakan sistem rappeling. Kemudian  yang terakhir yaitu pemanjatan dan pendataan jalur sport di tebing tinoring, tim rc mendapat data 8 jalur sport climbing dengan tinggi dan grade yang bervariasi.

“Tebing tinoring merupakan salah satu tebing dengan kategori big wall yang berada di daerah tana toraja.” Senin (02/09/2023)

Selain itu, juga dilaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Pao, Kecamatan Tombolopao, Kab Gowa. Ada beberapa kegiatan dalam pengabdian masyarakat ini antara lain sosialisasi di SMAN 11 Gowa dengan tema “Pentingnya Melanjutkan Pendidikan Setelah Lulus SMA” , kemudian ada sharing session dengan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) yang merupakan salah satu ormas adat berskala nasional, selain itu juga dilaksanakan penyaluran donasi berupa alat kebersihan, papan tulis, alat tulis, dan iqro’ di masjid yang terletak di Desa Pao.



“Dalam pelaksanaannya banyak sekali tantangan yang harus dihadapi ekspeditor, baik dari segi alam, kondisi fisik, mental dan lainnya. Tetapi itu  semua bisa terlewati dan para ekspeditor bisa menyelesaikan kegiatan dengan lancar dan sukses. Harapannya semoga kedepan Mapala SPECTA bisa melaksanakan kegiatan yang sejenis di tempat yang belum di jelajahi.” Senin (02/09/2023)


Salam Lestari !!!!

 

Selasa, 01 Agustus 2023

SPECTA MENGABDI 2023

 


Salam Lestari !!!

Pada tanggal 25 Juli 2023, Mahasiswa Pecinta AlamSPECTA UIN Raden Mas Said Surakarta melaksanakankegiatan SPECTA Mengabdi. SPECTA Mengabdi merupakansalah satu program kerja dari divisi lingkungan hidup MapalaSPECTA yang mana dalam kegiatannya berbentuk pengabdiankepada masyarakat. Tema yang diambil pada tahun ini yaitu“Repair Your Nature, Repair your Life” yang artinya perbaikialam mu, perbaiki hidupmu. Kegiatan SPECTA Mengabdidilaksanakan di Desa Ngemplak RT 03 RW 04, Ngemplak, Kartasura, Sukoharjo. Kegiatan ini berlangsung selama 2 haridimulai dari tanggal 25 Juli 2023 sampai 26 Juli 2023. 

Berawal dari adanya isu lingkungan terkait sampah dilahan kosong yang berada dipinggir jalan Desa Ngemplak RT 03, kami tergerak untuk menyelesaikan permasalahan terkait tumpukan sampah yang berada dipinggir jalan desa ngemplak tersebut karena selain menimbulkan polusi udara juga mengganggu pengendara yang melintasi area tersebut akibatbanyaknya sampah yang berceceran di ruas-ruas jalan. KegiatanSPECTA Mengabdi diikuti oleh Anggota mahasiswa pecinta alam SPECTA dan warga RT 03, RW 04 Desa Ngemplak. Dalam kegiatan SPECTA Mengabdi ini mahasiswa pecinta alam SPECTA bekerja sama dengan Bank Sampah Pijar Semesta UIN Raden Mas Said Surakarta, Balai Pengelolaan Daerah AliranSungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Solo dan juga Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukoharjo. 

Hari pertama SPECTA Mengabdi diisi dengan kegiatanpenyuluhan tentang sampah yang dimoderatori oleh Rosita Indah Fauzi (Setang) dan juga Nurjanah (Ceper) selaku divisi Lingkungan Hidup Mapala SPECTA, kegiatan ini diawalidengan sambutan oleh Kepala Desa, ketua RT 03, dan Ketua Umum Mapala SPECTA kemudian dilanjutkan denganpenyuluhan dengan pemateri dari Bank Sampah Pijar Semestadan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukoharjo. Bapak Viktor selaku pemateri dari Dinas Lingkungan HidupKabupaten Sukoharjo memaparkan materi mengenai“Pemilahan dan Pengolahan Sampah”. 

Pemateri kedua yaitu ibu Ika Feni Setiyaningrum dari Bank Sampah Pijar Semesta memaparkan materi “Mendidik Anak Mencintai Lingkungan dengan Kebiasaan Memilah Sampah” dan “Mengubah Sampah menjadi Rupiah melalui Bank Sampah”. . Kedua materi yang dipaparkan oleh DLH Sukoharjo maupun Bank Sampah Pijar Semesta UIN Raden Mas Said Surakarta mengajarkan kepada kita semua akan pentingnya memilah dan mengelola sampah serta memanfaatkanny hingga berguna untuk membantu perekonomian kita dan memperpanjang waktu dalam penumpukan limbah sampah.

Setelah pemaparan materi selesai dipaparkan, selanjutnyayaitu pembagian bibit gratis kepada masyarakat. Ada sekitar 10 jenis bibit yang kami bagikan, yaitu bibit alpukat, durian, mete, pete, Nangka, rambutan, sirsak, tabebuia, mahoni, dan trembesi. Total seluruh bibit yang kami bagikan ada sekitar 85 bibit yang diberikan secara gratis kepada masyarakat. Bibit tersebut kami peroleh dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan HutanLindung (BPDASHL) Solo. Harapannya dengan pembagianbibit serta penyuluhan yang dilakukan dapat bermanfaat bagimasyarakat dan membuat masyarakat lebih mencintai, menjaga, serta merawat lingkungan.

Hari Kedua SPECTA Mengabdi diisi dengan kerja baktibersama warga membersihkan sampah yang dibuangsembarangan pada lahan kosong pinggir jalan di DesaNgemplak, RT 03 RW 04. Sampah tersebut sudah menggunungdan menimbulkan bau yang menyengat sehingga menggangguwarga sekitar dan juga pengendara yang melintasi area tersebut. Sungguh miris, padahal sudah jelas terdapat tulisan “DilarangMembuang Sampah Disini”, akan tetapi justru sampah yang dibuang secara sembarangan tersebut semakin hari semakinbertambah pula jumlah sampah yang dibuang pada area tersebut. Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah orang yang membuang sampah secara sembarangan tersebut tidak bisamembaca atau karena ketidak peduliannya terhadap lingkungan.

Sampah yang sudah menggunung tersebut kami bersihkanbersama warga, dimulai dari pukul 08.00 WIB sampai denganPukul 12.00 kami membersihkan sampah dengan memasukkansampah kedalam trashbag. Ada sekitar 50 kantong sampah yang kami kumpulkan, walaupun sampah yang kami bersihkan belumsepenuhkan bersih, setidaknya kami mengurangi sampah yang sudah menggunung tersebut agar warga  dan yang melintasiarea tersebut tidak terganggu. Selesai memasukkan sampahpada trashbag kemudian sampah tersebut diangkut oleh armada pengangkut sampah dari Dinas Lingkungan Hidup KabupatenSukoharjo.

Kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala DesaNgemplak, Ketua RT 03, warga masyarakat Desa Ngempakkhususnya RT 03 RW 04, Bank Sampah Pijar Semesta, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukoharjo, BPDASHL Solo, serta seluruh pihak yang sudah berpartisipasi dan mensukseskanacara kami yaitu SPECTA Mengabdi. Semoga acara SPECTA Mengabdi ini membawa manfaat bagi masyarakat dan juga lingkungan.

Salam Lestari !!!

BAIAT ANGGOTA MADYA 2026

​ BAIAT MADYA MAPALA SPECTA 2026 Setelah melalui rangkaian pendidikan dan pembinaan yang panjang, anggota muda MAPALA SPECTA akhirnya mencap...