Kamis, 24 Februari 2022

Serah Terima Jabatan Pengurus Periode 2022


     Sukoharjo, Kamis, 17 Februari 2022 telah terlaksana Serah Terima Jabatan (SERTIJAB) Mapala SPECTA periode 2022, yang diselenggarakan di Desa Pedusan RT 03, RW 03, Pucangan, Kartasura, Sukoharjo. Acara ini dimulai pada pagi hari tepatnya pukul 09.00 WIB yang dihadiri oleh seluruh anggota Mapala SPECTA UIN Raden Mas Said Surakarta. Acara ini dibuka oleh MC yaitu Imam Dzul Iqbal (Sejawat Jagel) dan Laras Ngantiwani (Sejawat Cemot), dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, Menyanyikanlagu Indonesia RayaPembacaan Kode Etik Pecinta Alam.

Agenda selanjutnya yaitu pembacaan Kutipan Keputusan Rektor Universitas Raden Mas Said Surakarta tentang Pengurus UKM Mahasiswa Pecinta Alam SPECTA  Universitas Raden Mas Said Surakarta 2022. Acara selanjutnya sumpah pengurus Mahasiswa Pecinta Alam SPECTA  Universitas Raden Mas Said Surakarta 2022, Pengambilan sumpah dan janji untuk pengurus baru UKM Mapala SPECTA dalam pelantikan tersebut dipimpin secara langsung oleh Pembina UKM Mapala SPECTA, Bapak Ahmad Syauqillah (Sejawat Gembong).

Acara dilanjutkan dengan Serah terima jabatan Ketua Mahasiswa Pecinta Alam SPECTA periode 2021 Saudara Billal Syaifullah (Sejawat Blank) kepada Ketua Mahasiswa Pecinta Alam SPECTA periode 2022 Saudara Abdul Hayyi Al Ghifahri (Sejawat Luntheng). Dengan adanya pelantikan pengurus baru ini Pembina UKM Mapala SPECTA  berharap menjadi momentum bagi SPECTA untuk terus mempertahankan mutu dan prestasi yang telah diraih dalam bidang atlet divisi outdoor, tidak hanya di lingkup regional saja melainkan dapat berprestasi di tingkat nasional.

       

Senin, 10 Januari 2022

Menebar kebaikan 28 tahun bedirinya Mapala SPECTA

 

Dokumentasi Donor Darah 2022

Senin, 10 Januari 2022 - UKM SPECTA merupakan organisasi mahasiswa pecinta alam yang tidak hanya bergerak di bidang kepecintaalaman tetapi juga kemanusiaan. Setiap tahunnya UKM SPECTA selalu mengadakan kegiatan donor darah. Kali ini kegiatan donor darah dilakukan di Klinik Syifa Medica UIN Raden Mas Said Surakarta. Kegiatan donor darah kali ini untuk memperingati 28 tahun berdirinya MAPALA SPECTA dengan mengusung tema “Give Blood and Keep the World Beating “, dengan harapan selama 28 tahun SPECTA berdiri masih dapat melakukan kebaikan untuk bumi, saudara dan kita semua. Banyak yang berpartisipasi dalam kegiatan donor darah ini, mulai dari kalangan mahasiswa, petugas keamanan, pegawai kemahasiswaan, bahkan pembina UKM Mapala SPECTA juga ikut berpartisipasi dalam acara donor darah kali ini. Terdapat 37 pendonor dengan rincian golongan darah A sebanyak 10, O sebanyak 17, dan AB sebanyak 6 dengan total jumlah 31 pendonor yang diterima, sedangkan 6 pendonor lainya di tolak dengan alasan masih banyak kantong darah B dan AB juga karena Hb-nya yang rendah. Kegiatan donor darah ini berjalan dengan lancar berkat partisipasi pendonor dan kerja keras panitia.

Sabtu, 08 Januari 2022

Milad Mapala Specta ke 28 tahun dan Tasyakuruan Angkatan Ancara Montana




Foto Bersama Anggota aktif, KBS,MKE Mapala Specta


        6 Januari 2022 Mapala Specta melakukan acara milad internal yang ke 28 tahun dan tasyakuran Anggota muda angkatan Ancara montana yang berjumlah sebanyak 21 orang . acara ini dihadiri oleh internal mapala specta yakni Keluarga Besar Specta atau biasa di sebut KBS serta Majelis Kode Etik (MKE). Acara ini mengusung Tema Gemgam Elat Tali Persaudaraan 28 tahun Mapala specta. 
selain merayakan milad mapala specta acara ini juga sebagai tasyakuruan bagi anggota muda mapala specta yakni angkatan ancara montana. yang dimerihakan dengan potong tumpeng yang sudah di siapkan oleh panitia dan potong kue bersama ketua umum mapala specta.

"saya berharap semoga acara ini dapat membuat saya dan anggota muda lainnya menjadi bersemangat dalam berorganisasi serta merekatkan tali persaudaraan mapala specta" ujar Hamas selaku ketua angkatan Ancara Montana dalam sambutannya. Dalam kemeriahan acara Milad Internal juga diselingi oleh beberapa Games dan Sharing-sharing bersama Keluarga Besar Specta.

"semoga generasi penerus specta dapat meneruskan roda organisasi mapala specta kedepannya" ujar Ketua Umum Mapala Specta Bilal Syaifullah

Jumat, 24 Desember 2021

Mapala Specta Melakukan Pembentukan Mental dan Karakter yang Kokoh melalui Pendidikan Dasar



Foto Bersama di UIN RM Said Surakarta

        Pendidikan Dasar Pencinta alam, sebuah kata yang tidak asing didengar. Suatu proses yang harus dijalani bagi calon penerus baru organisasi pegiat alam. Suatu ritual yang seakan menjadi momok menakutkan bagi mereka. Penuh tekanan, penuh persiapan, penuh finansial, syarat akan pembentukan mental dan karakter, Namun, apabila yang mengaku menjadi pecinta alam, sebaiknya harus mencintai sesama manusia dengan tidak membeda-bedakan dari struktur ekonomi maupun fisik.


Dokumentasi DIKDAPA XXVIII

        Pendidikan Dasar Pencinta Alam Mapala Specta ke 27 kali ini di laksanakan di Lereng Lawu Selatan. Kegiatan ini diawali dengan upacara pemberangkatan di Lapangan Utama Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta. Pendidikan ini dilakukan oleh mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta yang ingin bergabung di organisasi Mapala Specta.

        Pada tanggal 22 Desember 2021, sebanyak 21 peserta yang mengikuti pendidikan dasar ini telah resmi menjadi Anggota Muda Mapala Specta. Dengan jumlah laki-laki 13 orang dan perempuan sebanyak 8 orang. Sebelum melakukan Pendidikan ini mereka telah menjalani proses seleksi selama 2 bulan sebelum terjun ke lapangan tak lupa juga melakukan serangkaian persiapan baik mental maupun fisik berupa latihan fisik dan latihan materi praktek maupun non praktek.

        Pendidikan Dasar Pecinta Alam Mapala Specta ini ditutup dengan upacara penutupan dan dihadiri oleh Wakil Rektor 3 UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. H. Syamsul Bakri, S.Ag., M.Ag. Dalam sambutannya, beliau mengucapkan selamat kepada 21 peserta DIKDAPA XXVII yang telah di baiat menjadi anggota muda Mapala Specta. Beliau juga bangga dengan Mapala Specta yang telah menyukseskan pendidikan dasar kali ini. "Specta adalah organisasi yang gila" kata Prof. Dr. H. Syamsul Bakri, S.Ag., M.Ag.

Foto Anggota Muda bersama bapak Prof. Dr. H. Syamsul Bakri, S.Ag., M.Ag selaku WR3

Jumat, 10 Desember 2021

Pembukaan Jalur di Tebing Gua Pertapan Ponorogo Jawa Timur

    Sukoharjo, 18 – 20 November 2021 telah terlaksana Pelatihan dan Pembukaan Jalur tebing yang di selenggarakan oleh Divisi Rock Climbing ( RC ) Mapala SPECTA UIN Raden Mas Said Surakarta.  Yang mana ini bertempatan di Tebing Goa Pertapan yang tepatnya di Desa bungkal, Kabupaten Ponorogo provinsi Jawa Timur. Acara ini diikut oleh seluruh anggota aktif Mapala SPECTA UIN Raden Mas Said Surakarta dan ditemani oleh beberapa anggota dari Mapala PASCA IAIN Ponorogo.

    ​Pelatihan dan Pembukaan jalur tebing ini merupakan kegiatan pembukaan jalur pertama bagi Mapala SPECTA sendiri. Yang mana kegiatan ini bertujuan agar semua anggota dapat mengerti dan mengimplementasikan setiap materi yang telah disampaikan oleh pemateri dan kedepannya Mapala SPECTA dapat membuka lebih banyak jalur tebing.

    Dalam kegiatan ini, dimulai pada tanggal 18 November 2021 pukul 06.00 Tim berangkat dari Basecamp mapala specta menuju ke Mapala PASCA IAIN Ponorogo. Disepanjang perjalanan menuju mapala PASCA banyak sekali masalah yang datang entah itu hujan dan bahkan ada juga motor yang mogok sehingga harus dibawa kebengkel. Namun, itu tak mengurangi niat tim dalam melakukan perjalanan ke tebing. Pukul 11.45, tim sampai di Mapala PASCA IAIN Ponorogo. Disana tim beristirahat terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan ke lokasi tebing yang berada di desa bungkal.

Mapala SPECTA UIN Raden Mas Said Surakarta bersama Mapala PASCA IAIN Ponorogo

    Sampai pukul 15.00, tim melanjutkan perjalanan dengan ditemanin oleh beberapa anggota Mapala PASCA IAIN Ponorogo. Yang tidak jauh dari kampus IAIN Ponorogo. sepanjang perjalanan mulai dari jalan berkelok, tanjakan, hujan bahkan ada beberapa jalan yang bisa sangat sulit untuk dilewati oleh motor biasa.

    Pukul 17.20, tim sampai dirumah salah satu warga yang menjadi rumah singgah. Disana tim langsung prepare untuk semua alat yang akan di bawa besok, ada juga yang memasak. Sebelum beristirahat tim melakukan Evaluasi dan Koordinasi sebentar mengenai perjalanan dan rencana kegiatan besok. Setelah itu, semua tim Pelatihan dan pembukaan jalur tebing beristirahat sampai pukul 06.00



Keesokan harinya pukul 09.00 tepatnya pada tanggal 18 November 2021, tim melakukan perjalanan menuju lokasi tebing goa pertapan berjarak 2 KM dari rumah singgah dengan ditemani oleh anggota Mapala PASCA. Yang menempuh waktu sekitar 1 jam 30 menit dengan berjalan kaki dikarenakan transportasi seperti motor sangat sulit untuk melewati jalan setapak yang berlumpur dan menanjak.


    Penyampaian materi Pembukaan Jalur tebing oleh Bapak Muhammad Rosidi yang merupakan salah satu pelatih di FPTI Ponorogo kepada seluruh anggota aktif yang ikut dalam Pelatihan dan Pembukaan Jalur di Tebing goa pertapan.


    Selanjutnya, tim melakukan pembuatan jalur menentukan spot tebing yang cocok dan langsung menyiapkan alat yang dibutuhkan selama pembukaan jalur tebing. Dikarenakan waktu yang sudah larut tim memutuskan untuk melanjutkan kegiatan besok pagi yaitu pada tanggal 20 November 2021 dan menyelesaikan semua prosedur pembuatan jalur pada tebing goa pertapan, desa bungkal kabupaten ponorogo. Setelah pembuatan Jalur tebing selesai secara langsung diresmikan Oleh Ketua Umum Mapala SPECTA UIN Raden Mas Said Surakarta.





Kamis, 25 November 2021

Mengenang 53 tahun lalu Soe Hok Gie di Semeru



    Gunung Semeru menjadi saksi bisu meninggalnya seorang aktivis muda yang berasal dari Indonesia, yakni Soe Hok Gie, 53 tahun silamPemuda yang sering akrab disapa Gie ini menghembuskan napas terakhirnya di Puncak Mahameru, Gunung Semeru, pada 16 Desember 1969.Jalur pendakian Gunung Semeru pada masa itu jauh lebih ekstrem sebab belum banyak pendaki menjadikannya destinasi seperti beberapa dekade belakangan.Gie dan Idhan Lubis, diduga menghirup gas beracun yang massanya lebih berat dari oksigen.

Mendaki untuk merayakan Ulang tahun

    Diberitakan Harian Kompas, 22 Desember 1969, tersiar kabar bahwa ada dua pendaki dari Jakarta tewas di Gunung Semeru, Jawa Timur. Mereka adalah Soe Hok Gie dan Idhan Lubis.Gie dan Idhan bersama rombongan pendaki lainnya, yakni Abdurrachman, Herman Onesimus Lantang, Anton Wijaya, Rudy Badil, Freddy Lodewijk Lasut, dan wartawan Sinar Harapan Arstides Katoppo.Sehari sebelumnya, pada 21 Desember 1969, TNI Angkatan Laut mencoba mencari para pendaki ini, tetapi kabut membuat proses pencarian semakin sulit.Rombongan pendaki ini berangkat dari Stasiun Gambir pukul 07.00 ke Stasiun Gubeng Surabaya.Mereka berencana mendaki gunung tertinggi di Pulau Jawa, sekaligus menjadi hari istimewa Soe Hok Gie yang akan merayakan ulang tahun ke-27 pada 17 Desember.

Mengambil Jalur yang Tidak Biasa

    Jalur pendakian Mahameru saat itu belum banyak dikunjungi  para pendaki. Gie dan rombongannya membawa buku panduan mendaki Gunung Semeru terbitan Belanda tahun 1930.Kendati demikian, mereka mengambil jalur yang tidak umum dengan melewati Kali Amprong mengikuti pematang Gunung Ayek Ayek, sampai turun ke arah Oro Oro Ombo.Harian Kompas, 16 Desember 1984, memberitakan, rombongan ini mendirikan kemah di Oro Oro Ombo, kemudian melanjutkan perjalanan ke Di Recopado.Mereka meninggalkan tas dan tenda untuk bisa mencapai Puncak Mahameru.Mereka membagi dua kelompok. Kelompok pertama ada Aristides, Gie, Rudy Badil, Anton Wijaya, Abdurrachman, dan Freddy. Kedua, Herman bersama Idhan.Mereka sampai di Puncak Mahameru jelang sore dan mulai kehabisan tenaga. Gie menunggu rombongan Herman yang tertinggal di belakang.Tiba-tiba rekan, satu kelompoknya mulai meracau. Akhirnya Aristides dan Freddy pun membawa Maman kembali ke shelter.

Herman dan Idhan akhirnya tiba di Puncak Mahameru.

Sesampainya di sana, Hok Gie sedang duduk. Idham ikut duduk bersamanya. Namun, Herman tetap berdiri.Menurut  kesaksian Herman, Gie dan Idhan menghirup gas beracun yang massanya lebih berat dari oksigen. Hal ini menyebabkan kondisi keduanya sudah sangat lemas. Dia menduga, gas itu muncul ketika mereka berdua duduk.Dari kesaksian Herman, Gie hanya terdiam, kemudian menggelapar.Gie dinyatakan meninggal di Puncak Mahameru karena menghirup gas beracun, beberapa jam sebelum genap berusia 27 tahun. Tak lama berselang, Idhan meninggal menyusul Gie.Akibat jalur yang ekstrem, evakuasi jenazah kedua pemuda ini cukup panjang. Jenazahnya baru dimakamkan pada 24 Desember 1969.

Gie Dikenal sebagai mahasiswa idealis

    Soe Hok Gie lahir di Jakarta, 17 Desember 1942. Dia adalah aktivis Indonesia keturunan Tiong Hoa.Ia menempuh pendidikan di SMA Kolese Kanisius. Kemudian, melanjutkan kuliah di Universitas Indonesia (UI) pada 1962 di Jurusan Sejarah, Fakultas Sastra hingga tahun 1969.Pada Januari 1966 hingga 1967, Gie ambil peran dalam memimpin demonstrasi mahasiswa, jelang runtuhnya rezim Soekarno. Bahkan, setelah kekuasaan berpindah tangan ke Soeharto, Gie tetap menulis kritik sosialnya.Gie kerap menyampaikan pendapat dan pandangannya melalui koran, majalah, pamflet, serta penerbitan lain baik di dalam maupun luar negeri.Sejarah pergerakan mahasiswa Indonesia mencatat nama Soe Hok Gie sebagai simbol idealisme dari kalangan intelektual.

Kamis, 14 Oktober 2021

Ekspedisi di Masa Pandemi, UKM Mapala SPECTA lakukan Ekspedisi Andalas tanah Sumatra

 

Foto Bersama Tim Ekspedisi Andalas Mapala Specta 2021

    Sejak diterapkannya peraturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang disebabkan adanya pandemi, maka pemerintah  membatasi kegiatan sekitar yang tertuang dalam PPKM untuk mengendalikan kondisi pandemi. Untuk penerapannya PPKM selalu mengalami perpanjangan waktu. Dalam pelaksanaan kegiatan Ekspedisi Andalas di Tanah Emas Sumatra tepatnya di Provinsi Jambi dan Sumatra Barat, guna memenuhi syarat kenaikan jenjang menjadi anggota penuh SPECTA yang berlandaskan tri dharma perguruan tinggi  yang dilaksanakan Mahasiswa Pencinta Alam (MAPALA) SPECTA Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta. Ekspedisi di tengah Pandemi kali ini Tim ekspedisi juga tidak lupa untuk menerapkan protokol kesehatan 3M (Memakai masker, Mencuci tangan dengan sabun di air mengalir dan Menjaga jarak) yang menjadi faktor penting untuk melindungi diri.

    Ekspedisi Andalas dilaksanakan pada tanggal 29 September - 11 Oktober 2021. Adanya Upacara pemberangkatan yang dilakukan pada 28 September 2021 di depan wall Mapala SPECTA dipimpin oleh Bilal Syaifullah sebagai ketua umum Mapala SPECTA.  "Ekspedisi ini sebagai proses kenaikan jenjang menjadi anggota penuh SPECTA. Ekspedisi Andalas dilakukan diprovinsi Jambi dan Sumatra Barat semoga sesuai dengan target yang ingin dicapai dapat berjalan dengan lancar dan selamat sampai kembali ke bascamp SPECTA" Ujar Bilal.

"Kami memohon doa dan dukungannya agar Ekpedisi Andalas berjalan lancar dan sukses,” tutur Dyon Widodo ketua pelaksana ekspedisi Andalas.

    Nama Andalas merupakan nama lain dari pulau Sumatra yang berarti Andalas. Andalas sendiri merupakan salah satu icon pohon yang berada di pulau Sumatra. Ekspedisi (Spesialisasi) ini mengusung tema “Menapaki Tanah Emas yang Terbelah Khatulistiwa”, yang berarti ekspedisi tersebut dilakukan di Sumatra karena memiliki nama lain pulau Emas. Dikatakan terbelah khatulistiwa, karena tanah Sumatra adalah pulau yang dilewati garis katulistiwa. Untuk sampai ke tujuan, tim ekspedisi yang berjumlah 12  anggota harus menempuh perjalanan sekitar 13 hari dengan jarak tempuh ±1000 km dari UIN Raden Mas Said Surakarta menggunakan transportasi darat (bus).

Dokumentasi Tim Gunung Hutan- Gunung Masurai

Dokumentasi Tim Caving Gua Vertikal di Daerah Bukit Bulan

Dokumentasi Tim Rafting pengarungan di Sungai Batang Asai

Dokumentasi Tim Rock Climbing di Lembar Harau

    Ekspedisi kali ini dibagi menjadi 4 divisi diantaranya, gunung hutan di Gunung Masurai dengan ketinggian 2.980 MDPL, susur gua (𝘊𝘢𝘷𝘪𝘯𝘨) di Gua Dalam Sarjan, Gua Kadundung, Gua Air Lului dikawasan Bukit Bulan, arung jeram (𝘙𝘢𝘧𝘵𝘪𝘯𝘨) dengan mengarungi Sungai Batang Asai sejauh 24 km, dan Panjat Tebing (𝘙𝘰𝘤𝘬 𝘊𝘭𝘪𝘮𝘣𝘪𝘯𝘨) di Lembah Harau dengan pengibaran bendera merah putih raksasa. 

Selain kegiatan petualangan, tim kami juga melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Badeng Rejo, Kec. Bangko Barat, Kab. Merangin, Provinsi Jambi. Ada beberapa kegiatan dalam pengabdian ini antara lain: membuat taman baca, pembagian masker dan handsanitizer serta alat tulis serta Al-Qur'an untuk menunjang kebutuhan dalam bidang pendidikan dan kesehatan.

Dokumentasi Tim Ekspedisi Andalas Penyerahan Donasi dengan Bapak Sekdes Bedeng Rejo



(HumasPublikasiMapalaSpecta2021)

BAIAT ANGGOTA MADYA 2026

​ BAIAT MADYA MAPALA SPECTA 2026 Setelah melalui rangkaian pendidikan dan pembinaan yang panjang, anggota muda MAPALA SPECTA akhirnya mencap...