Selasa, 11 Oktober 2022

Berbagi Darah Untuk Kemanusiaan

Assalam'ualaikum wr wb
Salam Lestari!!!
       Penyumbang darah atau pendonor darah adalah proses pengambilan darah dari seseorang secara sukarela untuk disimpan di bank darah sebagai stok darah untuk kemudian digunakan untuk transfusi darah. Terdapat dua jenis donor darah, yaitu donor darah pengganti, dan donor darah langsung.
       Tahukah kalian bahwa dengan satu orang mendonorkan darahnya, dia dapat menyelamatkan tiga nyawa? ya, donor darah memang memiliki manfaat yang sangat besar bagi penerimanya. Bukan cuma itu, manfaat ini juga dirasakan oleh mereka yang memberikannya. Ada berbagai hal positif yang bisa kamu dapatkan ketika mendonorkan darah, mulai dari membantu membakar kalori, menjaga kesehatan jantung, meningkatkan produksi sel darah, hingga menurunkan risiko kanker. 
       Nah kegiatan Donor Darah Mapala SPECTA yang merupakan salah satu program kerja  Divisi IV Lingkungan Hidup yang bekerjasama dengan PMI Sukoharjo telah dilaksanakan di Klinik Syifa Medica UIN Raden Mas Said Surakarta pada 5 Oktober 2022 dengan tema "Share Bloods For Humanity". Dari kegiatan donor darah ini kami mendapatkan 34 kantong darah dengan golongan darah A dan O saja karena dari PMI Sukoharjo hanya memberi kuota 35 darah A dan O saja. Dalam donor darah terdapat kurang lebih 16 orang ada  yang tertolak karena belum memenuhi syarat. 

Wassalamu’alaikum wr wb
Salam Lestari!!!

Sabtu, 01 Oktober 2022

WALHI Jateng Paparkan Temuan Dalam Adendum ANDAL pada Diskusi Publik

    Pada tanggal 28 september 2022 WALHI JATENG mengadakan diskusi pubik dengan tema “Mengawal Pembangunan PLTSa Putri Cempo” yang dilaksanakan di Hotel Adhiwangsa. Pada acara ini di hadiri oleh 3 narasumber yaitu Artahaty Mulatsih, S.T.,M.Si. dari  Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta sebagai representasi Pemerintah Kota, Fahmi Bastian perwakilan dari WALHI Jawa Tengah, dan Krishna dari Nexus3 Foundation. Satu narasumber yang berhalangan hadir yaitu DPRD Kota Surakarta karena ada tugas ke luar kota. Kegiatan ini diikuti oleh 23 orang yang terdiri dari Bappeda, akademisi, warga dan pemulung Putri Cempo, wartawan, serta mahasiswa. 
        Pada diskusi ini dimulai dengan pemaparan materi oleh Krishna dari Nexus3 menerangkan tentang volume sampah yang masuk kedalam TPA putri cempo dari tahun ketahun cenderung semakin menurun dan komposisi sampah yang masuk ke dalam TPA putri Cempo di dominasi oleh sampah organik. Berangkat dari data tersebut Krishna menyampaikan bahwa PLTSa ini menggunakan teknologi gasifikasi dimana memerlukan sampah anorganik agar kadar kalor yang dihasilkan tinggi. 
Kemudian dilanjut dengan pemateri kedua yaitu ibu Arthaty dari DLH kota Surakarta menerangkan bahwa PLTSa ini sebagai solusi TPA yang sudah overload. 
    “Proyek PLTSa ini berkontrak sejak 2018 dengan penggarap PT. Solo CMPP. Terkait pendanaan Proyek PLTSa ini didanai full oleh PT. Solo CMPP, dan mulai pembangunan  proyek ini pada tahun 2021 untuk targetan proyek PLTSa ini di bulan Desember 2022 mendatang”, tutur Arthaty.
“PLTSa ini untuk menyelesaikan permasalahan sampah yang overload di TPA Putri Cempo sejak 2010, kami sudah berusaha untuk membuat TPA baru akan tetapi tidak ada lahan yang dapat digunakan,”  tambah Arthaty.
    Pemateri akhir adalah Fahmi bastian sebagai direktur WALHI JATENG yang menyampaikan terkait dampak lingkungan, ekonomi dan sosial adanya PLTSa. Kekhawatiran yang diutarakan ketika PLTSa beroperasi namun hinga saat ini belum ada skema yang jelas terkait pengakomodiran pemulung akan seperti apa. Disampaikan juga terkait kritik terhadap penyusunan Adendum ANDAL RKL RPL Pengelolaan TPA Putri Cempo dan Rencana Pembangunan PLTSa 2018 yang banyak cacat.
    “Banyak parameter lingkungan yang melewati ambang batas baku mutu dan PLTSa ini akan berdampak  perubahan signifikan terhadap upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup sehingga lebih baik membuat AMDAL yang baru bukan adendum”, ujar Fahmi Bastian. 
Kemudian acara diskusi pun berlanjut ada bebrapa tanggapan dan pertanyaan dari para audience pertama Pak Parno warga sekitar TPA Putri Compo yang akan terdampak adaya proyek PLTSa beliau menyampaikan bahwa Pihak DLH kota Surkarta telah berbicara kepada warga sekitar dengan adanya PLTSa ini tidak akan menimbulkan polusi, kemudian  untuk kebisingan mesin generator akan diberikan peredam suara dan ketika proyek PLTSa sudah berjalan nasib para pemulung sampah akan dibuatkan tempat sendiri. 
        Pada sesi diksusi pun dibahas terkait bagaimana penyelesaian pengelolaan sampah di Kota Surakarta hingga isi adendum ANDAL RKL RPL. 
 Perwakilan dari Bappeda Surakarta, Nugraheni DH, bidang IKW, mendiskusikan apakah DLH siap membuat AMDAL baru mengingat beberapa temuan pada Adendum ANDAL RKL RPL. Arthaty pun menjelaskan bahwa DLH Surakarta akan membuat amdal yang baru dan diproyeksikan tahun depan.  

- Sumber : WALHI Jateng

Selasa, 06 September 2022

Ekspedisi Muda Mapala SPECTA 2022

    


    Kegiatan ekspedisi muda merupakan salah satu syarat kenaikan jenjang menjadi anggota madya. Kegiatan ekspedisi muda ini dapat memilih salah satu dari 4 divisi outdoor di mapala SPECTA yaitu gunung hutan, caving, rock climbing, atau rafting. Kegiatan ekspedisi muda tahun ini mengambil devisi gunung hutan sesuai kesepakatan angkatan dan disetujui pengurus.

    Sebagai salah satu syarat kenaikan jenjang, kegiatan ekspedisi muda tahun 2022 ini mengambil divisi gunung hutan yang dilaksanakan di gunung slamet via kaliwadas. Kegiatan ekspedisi muda telah terlaksanakan pada 24-27 agustus 2022 di gunung slamet via kaliwadas yang berlokasi di Dk. Kaliwadas Ds. Dawuhan Kec. Sirampog Kab. Brebes. Ekspedisi muda ini diikuti oleh 11 peserta dan 1 orang pendamping. 

       Kegiatan ekspedisi muda gunung slamet via kaliwadas ini dilaksanakan dengan tujuan salah satunya yaitu pemasangan plakat arah puncak, mata air dan plakat puncak gunung slamet via kaliwadas. Selain kegiatan mendaki gunung tim kami juga melaksanakan pengabdian masyarakat di desa setempat yaitu di masjid Desa Kaliwadas dengan sedikit donasi buku. Sehingga kegiatan ekspedisi muda ini dapat menambah eksistensi mapala SPECTA terhadap masyarakat luar dan dapat membentuk kesadaran yang tinggi dalam diri Anggota Muda mapala SPECTA, mengenai pentingnya pelestarian lingkungan hidup dan membangun hubungan yang harmonis antara manusia dan alam.

Minggu, 31 Juli 2022

Pawai Menyuarakan Perasaan akan Krisis Iklim

     


Sekitar 350 pemuda dari berbagai provinsi se pulau Jawa mengikuti pawai "Youth 20 CCUPY"  dari jalan Gatot Subroto sampai dengan Kantor Kementerian Lingkungan Hidup, Jakarta. Melalui pawai "Youth 20 CCUPY" ratusan pemuda se pulau Jawa menyuarakan perasaan takut, gelisah, cemas akan krisis iklim yang nyata dan semakin sering dirasakan.

    Pawai ini merupakan puncak dari serangkaian acara Java Youth Camp yang bertajuk Youth20CCUPY, Voice  of the Future yang telah diselenggarakan pada 20 Juli 2022 di Depok, Jawa Barat. Dalam perkemahan yang dilaksanakan selama 1 hari, para pemuda dari berbagai provinsi se Pulau Jawa berkumpul dalam Forum, berdiskusi terkait masalah Lingkungan Hidup yang terjadi di berbagai provinsi di Jawa.

     Ada 7 Tema bahasan dalam Forum ini yaitu, sampah plastik, krisis iklim, energi kotor, bencana ekologi, pencemaran air dan udara, peramasan ruang hidup dan ekonomi hijau. Tema tersebut merupakan gambaran permasalahan lingkungan yang telah terjadi di Jawa. Pemuda memilih isu bahasan mereka masing-masing sesuai pengetahuan, pengalaman dan permasalahan yang mereka alami di daerah mereka serta cita-cita yang besar harapannya akan mengubah masa depan negara Indonesia khususnya di pulau jawa ini menjadi lebih baik.

Sabtu, 30 Juli 2022

SPECTA Mengabdi

     Kegiatan SPECTA Mengabdi merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memupuk  rasa kepedulian terhadap masyarakat sekitar. SPECTA Mengabdi tidak hanya untuk memupuk kepedulian terhadap masyarakat, namun juga  mengimplementasikan pengetahuan tentang lingkungan hidup.  Selain itu, kegiatan SPECTA mengabdi bertujuan untuk mengasah komunikasi Anggota Aktif dengan pihak eksternal dan juga membantu pihak eksternal yang kekurangan fasilitas seperti buku, masker, dan handsanitizer. Sebagai wujud kepedulian terhadap sesama, Mapala SPECTA menyelenggarakan kegiatan SPECTA mengabdi yang bertempatan di SD Negeri 02 Ngombakan Sukoharjo. Kegiatan ini telah terlaksanakan pada Rabu-Kamis 13-14 juli 2022 yang bekerjasama dengan guru-guru SD N 02 Ngombakan.

     Acara ini merupakan salah satu program kerja Divisi Lingkungan Hidup Mapala SPECTA. Dalam kegiatan ini yang dilakukan adalah edukasi mengenai sampah dan penanaman bersama murid-murid SD Negeri 02 Ngombakan yang mana kegiatan berlangsung dengan sistem bermain sambil belajar. Dengan adanya kegiatan SPECTA Mengabdi ini Mapala SPECTA berharap dapat membatu masyarakat sekitar dan memupuk rasa kepedulian terhadap lingkungan yang dimulai sejak dini. 

Jumat, 08 Juli 2022

SPECTA CLIMBING COMPETITION (SCC) 4 DIGELAR KEMBALI

     08 Juli 2022-- Untuk menjaring atlet-atlet baru dalam cabang olahraga panjat dinding yang sempat redup akibat pandemi Covid-19, 2 tahun terakhir ini akhirnya bisa bangkit kembali. Tentunya dampak yag di alami akibat Pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi kulitas dan kuantitas Atlet, yang menyebabkan prestasi dalam dunia olahraga khusunya Panjat Wall menurun. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) SPECTA UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menyelenggarakan SPECTA CLIMBING COMPETITION (SCC) 4 NASIONAL dengan tema “Keep Up The Spirit and Break Your Limits”. 

     Kompetisi tersebut dilaksanakan pada tanggal 13 s.d 15 Agustus 2022. Bertempatan di Wall Climbing Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala)  SPECTA dapat diikuti oleh Mapala Se-Indonesia, Federasi Panjat Tebing, atlet panjat tebing dan masyarakat umum dengan kategori sebagai berikut : (1) lead mapala putra dan putri, (2) Lead pelajar putra dan putri, (3) Lead umum putra dan putri, (4) Spead classic putra dan putri. Hanya dengan membayar registrasi mulai dari Rp.100.000 sudah dapat berpartisipasi.

     Karena itu, SPECTA CLIMBING COMPETITION (SCC) diadakan sebagai salah satu Program Kerja Pengurus Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) SPECTA UIN Raden Mas Said Surakarta tahun 2022. Setelah sukses menggelar SCC 1, SCC 2 dan SCC 3 tingkat lokal sampai regional dengan sukses.

     “Mengingat SCC 1 sampai SCC 3 berjalan dengan sukses, kami berharap untuk SCC 4 tingkat nasional ini banyak yang ikut berpartisipasi setelah perlombaan dan prestasi didunia olah raga sempat redup karena pandemi covid-19 dan membangkitan semangat para pemanjat, juga kegiatannya dapat berjalan lancar. Aamiin” Ujar Abdul Hayyi Al Ghifari Ketua Umum Mapala SPECTA.

Kamis, 07 Juli 2022

Temu Wicara Kenal Medan (TWKM) Ke - XXXII Mapala Se-Indonesia

     


     Setelah dua tahun tertunda akibat pandemi covid-19, Temu Wicara Kenal Medan (TWKM) ke XXXII Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Tingkat Perguruan Tinggi Se-Indonesia pada tahun ini 2022 ini kembali digelar. Kegiatan Temu Wicara Kenal Medal (TWKM) ke XXXII kali ini dilaksanakan di Universitas Siliwangi Tasikmalaya, Jawa Barat, Dengan tuan rumah Mapala KHANIWATAN. Pertemuan besar Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Se-Indonesia ini berlangsung dari tanggal 06 - 12 Juni 2022. Dengan mengangkat tema Konsistensi Mahasiswa Pecinta Alam terhadap Penyelamatan Ekosistem Laut. Ketua Pelaksana Temu Wicara Kenal Medan (TWKM) Ke XXXII, Aditya Tadika Buliana menuturkan "Temu Wicara Kenal Medan (TWKM) Ke- XXXII Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Tingkat Se-Indonesia adalah salah satu wujud dari keinginan Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) untuk dapat menjebatani arus informasi antar organisasi Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala), yang telah dilaksanakan sejak tahun 1989.
     Temu Wicara Kenal Medan (TWKM) ke XXXII dilaksanakan dengan tujuan menumbuhkan kesadaran dan sikap kritis Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Indonesia terhadap permasalahan lingkungan, juga meningkatkan peran serta Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) dalam permasalahan lingkungan dan organisasi kepecintaalaman serta mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk menumbuhkan persatuan, kesatuan dengan persaudaraan antar Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) sebagai implementasi Kode Etik Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Indonesia.

     Kegiatan ini diikuti oleh 362 orang peserta yang berasal dari 267 Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta yang terdiri dari 34 provinsi di Indonesia serta 20 Pusat Koordinasi Daerah (PKD). Termasuk delegasi dari Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) SPECTA UIN Raden Mas Said Surakarta mendelegasikan Abdul Hayyi Al Ghifari atau sering disebut dengan nama rimba (Sejawat Luntheng) selaku Ketua Umum Periode 2022 ini untuk mengikuti Temu Wicara Kenal Medan (TWKM) Ke- XXXII Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) tingkat Perguruan Tinggi Se-Indonesia tahun 2022.

BAIAT ANGGOTA MADYA 2026

​ BAIAT MADYA MAPALA SPECTA 2026 Setelah melalui rangkaian pendidikan dan pembinaan yang panjang, anggota muda MAPALA SPECTA akhirnya mencap...