Rabu, 18 Agustus 2021

Semarak Kemerdekaan RI 76 tahun,, Mapala Specta Dari Puncak Gunung Ararat 5.137 Turki

    


     Perayaan HUT RI yang jatuh pada 17 Agustus tahun ini, rasanya akan berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Situasi Pandemic covid-19 atau biasa di sebut virus corons ini masih merebak di seluruh indonesia yang menyebabkan masyarakat harus membatasi mobilitas  dan aktivitas sosial. Meski demikian tidak mematahkan 
semangat Tim Specta Indonesian International Expedition untuk melanjutkan misinya yaitu salah satunya mengibarkan bendera merah putih di puncak tertinggi Gunung Ararat . Segala persiapan Tehnical Center sejak 5 bulan yang lalu,seminggu 5 kali dikawasan UIN Raden Mas Said Surakarta, variasi latihan seperti Push up, Joging Up, Pull Up, Tarik Ban, Fitnes, Vo2 Max dll. Untuk Latihan Medan di Gunung Lawu , Gumuk Pasir Yogyakarta dll. Pada tanggal 13 Agustus 2021 lalu, tim melakukan penerbangan dari Istanbul menuju Kota Igrid, sesampainya di Kota Igrid, tim dijemput oleh guide  yang bernama Enver untuk melanjutkan perjalanan menuju Hotel Ertur, kota Dogobayazit. Pada tanggal 14 Agustus 2021 tim berangkat menuju titik pendakian Gunung Ararat, menggunakan mobil dari guide yaitu mobil Enver. Setelah melakukan pendakian selama beberapa hari . Tepat pada tanggal 17 Agustus 2021 Tim SIIE berhasil mencapai puncak tertinggi di Negara Turki yaitu Gunung Ararat dengan ketinggian 5.137 Masl. Setelah sesampainya di puncak Gunung Ararat tim melakukan pengibaran bendera Indonesia. Pengibaran bendera ini dilakukan untuk menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76 tahun. 



    Ekspedisi ini merupakan langkah awal bagi Specta untuk melaksanakan Ekspedisi - ekspedisi selanjutnya baik Nasional maupun International. Dalam ekspedisi ini Harapan kami yaitu mencapai puncak tertinggi dinegeri turki yaitu gunung Ararat dengan mengibarkan bendera Indonesia,UIN Rm Said dan Specta, Menyemarakkan dan upacara hari kemerdekaan Indonesia yang ke 76, Mengenalkan budaya Indonesia di negeri Turki, Menelusuri sejarah bahtera nabi Nuh as. “Ujar Muh. Bahrudin Selaku ketua Pelaksana”


     Kami memohon doa dan dukungannya agar Specta Indonesian International Expedition (SIIE) berjalan lancar dan sukses.

(HumasPublikasi2021)

Jumat, 06 Agustus 2021

HADAPI SUHU MINUS 20 DERAJAT CELSIUS



    Dua mahasiswa Pecinta Alam Specta, Universitas Islam Negeri RM Said Surakarta, Siap mendaki Gunung Tertinggi di Negeri Turki. 
Keduanya adalah Muhammad Bahrudin (mahasiswa Fakultas Syari'ah), Aan Rohmad Safrudin (mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Dakwah) Mereka merupakan atlet Specta Indonesian International Expedition (SIIE).

    Untuk menghadapi suhu kurang lebih minus 20 derajat celsius, Persiapan fisik Ekspedisi Gunung Ararat ini sudah berjalan selama 5 bulan, seminggu 5 kali dikawasan kampus 1 UIN Rm Said Surakarta, Variasi latihan kali ini seperti pusp up, Joging, pull up, Tarik ban, Fitnes, vo2 max dll, Untuk Latihan Medan di Gunung Lawu, gumuk pasir Yogjakarta Dll


    Harapan kami yaitu mencapai puncak tertinggi dinegeri turki yaitu gunung Ararat dengan mengibarkan bendera Indonesia,UIN Rm Said dan Specta, Menyemarakkan dan upacara hari kemerdekaan Indonesia yang ke 76, Mengenalkan budaya Indonesia di negeri Turki, Menelusuri sejarah bahtera nabi Nuh as.

    Dengan serangkaian pelatihan dan persiapan yang telah dilakukan oleh tim tersebut, mereka mengaku siap menaklukkan gunung tertinggi di negeri Turki. Mereka berencana memulai ekspedisi pada 10 Agustus-02 September 2021 mendatang.

    Kami memohon doa dan dukungannya agar Specta Indonesian Internasional Expedition berjalan lancar dan sukses. (HumPub/LinaFebi)

DIKJUT 2021

    

Upacara Pemberangkatan

 Pendidikan Lanjutan atau sering disebut DIKJUT merupakan salah satu tahapan kenaikan jenjang dari anggota muda menuju anggota madya . Pendidikan ini bertujuan untuk menerapkan materi-materi Gunung hutan pada medan yang sebenarnya sekaligus menambah wawasan mengenai Gunung Hutan, Panjat Tebing, Susur Gua, Arung Jeram, serta pengalaman bagi anggota muda . Pendidikan Lanjutan (dikjut) Gunung Hutan Mapala SPECTA pada tahun 2021 ini sukses dilaksanakan pada hari Jumat - Minggu, 28 - 30 Mei 2021, kegiatan ini laksanakan di Desa Sendang, Tapan, Sepanjang, Matesih, Karanganyar.

    Dikjut Gunung Hutan kali ini menerapkan semua materi yang sudah di ajarkan dilatih dan diasah dari periode awal lalu. Dikjut gunung hutan bukan pendidikan lanjutan yang hanya main main saja , tetapi bentuk implementasi dari materi yang telah diajarkan ke medan yang sebenarnya. Di sini kita di uji, untuk menerapkan atau mempraktekkan materi yang kita dapat dari latihan di alam yang sesungguhnya . Tidak lah gampang, contoh navigasi darat, di mana kita dituntut harus mencari puncakan tertinggi untuk menentukan koordinat yang benar, dan lain sebagainya.

Man To Man

    Dalam pendidikan ini, anggota muda diharapkan mampu menyelesaikan masalah yang dihadapi, mengerti bagaimana menentukan arah dan posisi di gunung, mampu bertahan hidup dengan kondisi apapun, mampu mencari dan mengevakuasi korban dalam medan yang curam, dan lain sebagainya. Selain itu kita ada juga pelatihan survival yang artinya adalah suatu kondisi dimana seseorang/kelompok orang dari kehidupan normal (masih sebagaimana direncanakan) baik tiba-tiba atau disadari masuk ke dalam situasi tidak normal (di luar garis rencananya).



Pendidikan Lanutan Selanjutnya yaitu Panjat Tebing dan Susur Gua Mapala SPECTA pada tahun 2021 ini sukses dilaksanakan pada hari Senin-Jumat, 21 - 25 Juni 2021, kegiatan ini laksanakan di Daerah Gunung Kidul.Pada dikjut Panjat Tebing kali ini dilaksanakan di tebing siung, karena memang tebing siung mempunyai kriteria yang cocok untuk pendidikan, sekaligus memiliki banyak jalur dan kriteria, mulai dari sport climbing hingga artificial cimbing.Setelah materi ruang dan latihan rutin beberapa bulan di kampus. Disini, para anggota muda dituntut untuk bisa mengaplikasikan materi ke medan yang sebenarnya. Pada dikjut ini anggota muda menerapkan materi pemanjatan : top rope, top runner, top cleaning, upper belay, himalayan tactic dan artificial climbing.





Dikjut Panjat Tebing ini berlangsung selama 2 hari. Setelah dikjut Panjat Tebing pada hari ke 3 dan ke 4, dilanjutkan dengan dikjut susur gua. Di gua mbelik dan gua plelen. Di gua mbelik, gua vertical. para anggota muda menerapkan materi rigging, srt, deviasi, dan intermediet. Untuk praktiknya yaitu menggunakan Set SRT (Single Rope Tecnique), Tali Karmantel, dan beberapa peralatan pendukung lainnya.Untuk gua plelen, gua horizontal, para anggota muda melakukan mapping atau pemetaan gua. Menghitung jarak, kemiringan/gradien untuk menghasilkan sebuah data, yang mana nantinya data itu diolah untuk divisualkan dalam bentuk gambar / video.

Hari terakhir, para anggota muda mempraktikkan materi vertical rescue, yaitu pengevakuasian korban, dengan menggunakan teknik hauling dan lowering, dan system Z.  Pada materi ini anggota muda dituntut untuk sigap dalam pengevakuasian korban, sigap dalam pencarian, terutama dalam medan-medan yang sulit dijangkau. Dengan terlaksananya dikjut ini, diharapkan anggota muda bisa lebih mikitan dan munpuni terjun ke medan² di bidang rock climbing dan caving. Mampu mengimplentasikan materi-materi dengan baik, dalam panjat tebing, susur gua, maupun dalam vertical rescue.Dalam pendidikan ini, anggota muda diharapkan mampu menyelesaikan masalah yang dihadapi, mengerti cara menuruni sebuah gua yang dalam, mengerti cara memanjat tebing yang sulit dijangkau, tidak lupa harus dengan peralatan yang memadai sesuai dengan SOP yang telah ditentukan.




Untuk DIKJUT yang terakhir yaiti dikjut rafting yang dilaksanakan di Sungai Elo, karena memang sungai elo ini memiliki grade 2-3, cocok untuk pendidikan, di sungai elo banyak titik² untuk penerapan materi rafting. Pada dikjut kali ini melakukan pengarungan sungai pagi hingga sore sejauh sekitar 11 KM. Dan yang lebih berkesan, dikjut rafting ini merupakan dikjut pertama kali Mapala SPECTA. Tidak heran jika anggota muda mengukir sejarah di Specta. Dan alhamdulillah kegiatan ini berjalan dengan lancar dan sukses. Ditengah perjalanan arung jeram, para anggota muda melakukan praktik materi skipper, yang mana seorang skipper dalam sebuah arung jeram itu seorang sopir, seseorang yang mengarahkan perahu, seseorang yang mengendarai perahu, dan yang bertanggung jawab penuh atas kendali perahu.



Kami juga melakukan teknik flipflop di Kedung Celeng, disana praktik membalikkan perahu dan naik ke atas perahu. Flipflop merupakan salah satu teknik water rescue. Jika suatu ketika perahu mengalami flip atau terbalik, disitulah teknik flipflop diterapkan.



Salah satu hal penting dalam rafting sendiri, kita tidak boleh panik, apapun yang terjadi, entah itu jatuh dari perahu ataupun perahu terbalik, usahakan jangan panik, tetap tenang dan berpikir kritis. Usahakan melakukan penyelamatan diri, jangan menunggu untuk direscue.Pada dikjut ini anggota muda juga menerapakan self rescue, disitu dituntut untuk bisa menyelamatkan diri sendiri sebelum menyelamatkan orang lain. Renang jeram termasuk bagian dari water rescue atau self rescue.

Apabila kita terjatuh dari perahu kemudian kita jatuh dan menjumpai jeram, disitulah kita mempraktikkan renang jeram, sambil melihat lihat medan, jika kita menemukan arus yang tenang, di arus yang tenang itu kita bisa menepi atau bisa naik ke perahu.Selain water rescue para anggota muda menerapkan materi scouting, pada materi scouting ini diharapkan para anggota bisa melakukan pengintaian jeram, pembacaraan  jeram, bisa mempelajari jeram. Sehingga jeram ketika kita akan melewati jeram, kita sudah menentukan jalur yang akan dilewati, bisa mempelajari morfologi sungai, bisa menganalisis resiko2 yang terjadi, bisa merencanakan jalur rescue yang akan digunakan, dan lain sebagainya.

Pada dasarnya, teknik scouting ini sangat penting untuk kita yang baru pertama kali mengarungi sungai tersebut, dan khawatir akan jeram yang akan kita lewati.Pada dikjut rafting Mapala SPECTA, berlangsung dari pagi hingga sore. Dan alhamdulillah materi terlaksana semua



"Harapan pada dikjut Rafting ini anggota muda sudah mumpuni dalam implementasi materi yang sudah diajarkan, sudah mampu mempraktikkan materi sendiri, dan sigap akan hal-hal yang terjadi." Ujar Bilal Syaifullah selaku Ketua Umum Mapala SPECTA 2021. (HumPub/Linafebi)



Selasa, 06 April 2021

Mengangkat Air Gua Plawan untuk Masyarakat Desa Giricahyo

   UKM mapala Specta berpartisipasi dalam"Ekspedisi 1000 Sumber Air  Untuk Indonesia" yang dilaksanakan pada 01-02  April 2021 bertempat di Desa Giricahyo, Purwosari, Gunung Kidul. Bersama Onsight Foundation Tim relawan yang bertugas Beranggotakan 9 Orang yakni Aji, Sukma, Alvin, Jundi, Aziz, Anif, Abi, Bagus, dan Fahmi.

      Tercukupi kebutuhan akan air bersih adalah mimpi masyarakat Desa Giricahyo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Gunung Kidul. Dalam kenyataan, kesulitan air yang dialami masyarakat desa Giricahyo bertolak belakang dengan kondisi alam yang dimiliki. Gua di desa tersebut disinyalir mengandung sumber air bawah tanah yang cukup besar yakni sumber air Gua Plawan."Di Daerah sini memang susah untuk mendapatkan air, banyak warga yang masih membeli air dari pemerintah dan ada yang menampung air hujan”. Kata Bapak RW setempati

       Dikarenakan potensi besar tersebut telah terpasangnya mesin pompa untuk mengambil air dan disalurkan ke penampungan air yang berada di atas, sekitar mulut Gua. Mesin Pompa yang ada tidak selamanya berfungsi dengan baik. "Mesin pompa yang telah terpasang memiliki gangguan/masalah sehingga air tidak maksimal sampai ke atas (penampungan)”. Ujar Alvin angota team pengangkatana

      Dalam pengangkatan air Gua Plawan sumber air berada di pitch 5 dengan kedalaman ± 300 meter, hujan mengguyur sekitar Gua Plawan saat sebagian team telah memasuki mulut Gua hingga mencapai pitch 2. Namun hal ini tidak menyurutkan semangat beberapa anggota team yang bertugas untuk melakukan pengecekan dan mengganti mesin pompa tersebut untuk kelangsungan hidup warga sekitar Gua Plawan yang membutuhkan air bersih.







Senin, 22 Maret 2021

Mapala Specta Donor Darah Bersama PMI Kab. Sukoharjo

Mapala Specta Donor Darah Bersama PMI Kab. Sukoharjo


         Donor darah adalah agenda rutin yang diadakan oleh UKM Mapala Specta yang bekerja sama dengan PMI Kab. Sukoharjo. Untuk periode ini donor darah diadakan pada Sabtu, 20 Maret 2021 mulai pukul 10.00 sampai dengan 15.00 yang bertempat di PMI Kab. Sukoharjo.  

        Mendonorkan darah selain meluangkan waktu untuk kemanusiaan dan kebaikan ternyata juga sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Donor darah dapat mengeluarkan sel darah yang sudah tua dan merangsang pertumbuhan sel darah baru. Sumsum tulang belakang akan memproduksi sel darah merah baru sebagai pengganti yang hilang, dengan begitu pendonor akan merasa lebih bugar karena memperoleh sejumlah sel darah merah baru.

        Setiap individu dapat menjadi pendonor asalkan memenuhi persyaratan. Persyaratan menjadi donor darah adalah :

- Usia 17 keatas

- Berat badan minimal 45 kg

- Temperatur tubuh 36,6-37,5°C

- Tekanan darah baik

- Denyut nadi teratur

- Hemoglobin perempuan minimal 12gr sedangkan laki-laki 12,5

        Dari kegiatan donor darah ini kami mendapatkan 12 kantong darah dengan rincian O 6 kantong, AB 2 kantong, A 1 kantong dan B 3 kantong.  Ada beberapa orang yang tidak diterima karena tidak memenuhi persyaratan pendonor. Ketua Umum Mapala Specta Bilal Syaifullah mengapresiasi  kegiatan donor darah ini, semoga dapat bermanfaat bagi orang yang membutuhkan, tak lupa Bilal juga selalu mengingatkan akan protokol kesehatan ketika sedang melakukan donor darah.

Rabu, 10 Maret 2021

Pelantikan Pengurus Mapala Specta Periode 2021

Sukoharjo 4 Maret 2021, UKM Mapala Specta merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa yang bergerak dibidang kepecintaalaman dan lingkungan. Pada hari kamis tanggal 04, Maret 2021 Mapala Specta melaksanakan acara pelantikan pengurus yang dihadiri oleh Pembina UKM Mapala Specta,Anggota Mapala Specta dan tamu undangan.

Acara pelantikan pengurus ini dilaksanakan secara offline di gedung P2B IAIN Surakarta dengan mematuhi  protokol kesehatan. Terdapat 21 pengurus yang dilantik menjadi pengurus di periode 2021 yang terdiri dari Pengurus inti,Divisi P3A, Divisi Caving, Divisi Gunung Hutan, Divisi Rock Climbing, Divisi Rafting, Divisi Lingkungan Hidup, Divisi Logistik, Divisi Humas dan Publikasi, dan Divisi SAR .

Berikut ini beberapa kegiatan yang perlu diketahui seputarpelantikan pengurus periode 2021 UKM Mapala Specta yang telah kami rangkum:

Acara pelantikan dimulai pukul 08.00 WIB yang diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan kode etik pecinta alam, dan dilanjutkan dengan pelatikan. Pengurus Mapala Specta periode 2021 dilantik oleh Sejawat Gembong (Ahmad Syauqillah) selaku Pembina  Mapala Specta dengan mengucapkan sumpah jabatan yang disaksikan oleh anggota Mapala Specta dan tamu undangan yang telah hadir.

Acara dilanjutkan dengan serah terima jabatan Ketua Mapala Specta periode 2020 Sejawat Kroak (M.Bahrudin) kepada Ketua Umum Mapala Specta periode 2021 Sejawat Blank (Bilal Sya’ifullah) lalu pemberian sambutan-sambutan dari Ketua umum Mapala Specta periode 2020 (SejawatKroak), Ketua umum Mapala Specta periode 2021 (SejawatBlank), perwakilan MKE (Sejawat Lehor), dan khususnya Pembina Mapala Specta (Sejawat Gembongyang  berpesan Mapala Specta di bawah kepemimpinan ketua dan pengurus yang baru  ini dapat menjaga amanah dan harus dapat menjadi lebih baik lagi kedepannya. Dalam hal ini tidak luput darikontribusi anggota Mapala Specta terutama anggota mudasebagai generasi penerus .

Di dalam kepengurusan peridoe 2021 ini diharapkan para pengurus dapat menciptakan  inovasi baru yang membangunMapala Specta kearah yang lebih baik dan dapat bertanggungjawab dalam  menjalankan tugasnya.

Salam lestari !!!




 

Kamis, 18 Februari 2021

PENYALURAN DONASI BAGI KORBAN BANJIR SEMARANG

Semarang, 15 Februari 2021, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) SPECTA Institut Agama Islam Negeri Surakarta (IAIN Surakarta) bergerak menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk korban banjir di Semarang.

Mereka diberangkatkan untuk misi kemanusiaan dalam membantu korban banjir di Semarang. Tim Relawan Mapala Specta di dampingi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Semarang .

Koordinator SAR Mapala SPECTA, Bagus Yanuar mengatakan kehadiran tim relawan Mapala SPECTA dapat bekerja dengan baik. Setidaknya dapat membantu ikut serta dalam penyaluran uang tunai di kelurahan Trimulyo, Kecamatan Genuk. 

Dikatakan Bagus Yanuar kehadiran Mapala SPECTA mewakili pihak Kampus IAIN Surakarta dengan mengutus anggota muda dan anggota Madya Mapala SPECTA :

Bagus Yanuar Riyadi (FASYA. Managemen Zakat dan Wakaf), Abdul Hayyi Al Ghifari (FUD. Komunikasi Penyiaran Islam), Dyon Hadi Widodo (FEBI. Perbankan Syariah), Aisy Yasmine ( TARBIYAH. Pendidikan Guru Madrasah Ibtidakiyah), Athiyyah Salsabila (TARBIYAH.Pendidikan Anak Usia Dini), Pungky Ferdian ( FUD.Manajemen Dakwah), dan

Binanul Khoeriyah (FUD. Bimbingan Konseling Islam) Sebagai tim Relawan kemanusiaan untuk membantu korban Banjir Di Semarang.

Sementara ketua Umum Mapala SPECTA, Bilal memohon doa dan dukungan untuk anggota tim relawan selama berada di Semarang Semoga selalu dalam keadaan sehat dan selamat








BAIAT ANGGOTA MADYA 2026

​ BAIAT MADYA MAPALA SPECTA 2026 Setelah melalui rangkaian pendidikan dan pembinaan yang panjang, anggota muda MAPALA SPECTA akhirnya mencap...