Kamis, 14 Januari 2021

Pelatihan Self Rescue dan Rafting

    Tepat pada tanggal 11 Januari 2021 telah terlaksana pelatihan Self Rescue dan Rafting bertempat di Irigasi Palur, Karanganyar. Adapun pengertian dari Self Rescue sendiri yaitu, menyelamatkan diri sendiri sebelum melakukan tindakan penyelamatan terhadap orang lain, dan si penyelamat harus benar-benar berada dalam kondisi yang aman dalam melakukan tindakan penyelamatan. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari resiko lainnya dan kemungkinan bertambahnya korban.

    Adapun pemateri yang mengisi materi tersebut dari Mapala Metala UMS, Mapala Psychopala UMS, Mapala Sentraya Bhuana. Dalam pelatihan tersebut para pemateri lebih mengutamakan akan materi Self Rescue karena dalam prinsip setiap tindakan penyelamatan dalam kegiatan arung jeram adalah upaya menyelamatkan diri sebelum melakukan penyelamatan terhadap orang lain. Dan untuk materi yang diberikannya pun beragam mulai dari Swimmer, Menaiki Perahu, Flip Flop, Wrap Escape, Portaging, High Side, Teknik Berenang di Arus,

Selasa, 12 Januari 2021

Sosialisasi AD/ART


            Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) merupakan sebuah aturan dasar yang mengatur tujuan, cita-cita, identitas, status, keanggotaan, tata hubungan antar anggota, kelembagaan, dan aturan kerumahtanggaan suatu organisasi. Keberadaan AD/ART penting dalam suatu organisasi, karena organisasi bukanlah sekedar suatu perkumpulan saja, melainkan perkumpulan yang mempunyai tujuan untuk dicapai bersama, membahas identitas dan keanggotaan, serta tata hubungan antar anggota yang jelas.

Ketiadaan AD ART dalam suatu organisasi merupakan tanda bahwa suatu kumpulan tersebut tidak mempunyai orientasi yang jelas. Sehingga kegiatannya pun tidak mempunyai arah dan tidak dapat dikatakan perkumpulan atau organisasi yang baik. Padahal seharusnya suatu perkumpulan mempunyai capaian dan output yang jelas. 

Pada setiap tahun kepengurusan di Mapala Specta pastinya terdapat satu buah program kerja dari sekretaris yaitu Sosialisasi AD/ART. Tanggal 9 Januari 2021 diadakannya sebuah Sosialisasi AD/ART, Sosialisasi AD/ART dihadiri oleh anggota aktif khususnya anggota muda Mapala Specta yang nantinya para anggota muda bisa mengenal serta mengetahui mengenai AD/ART yang ada di Mapala Speta.

 

Senin, 11 Januari 2021

Milad Specta ke 27 dan Tasyakuran Angkatan Gama Baharu

   Januari awal tepatnya tanggal 7 Januari 2021 merupakan sebuah momen berharga sekaligus bahagia bagi organisasi Mapala Specta, dimana pada tanggal itu merupakan tanggal hari lahir Mapala Specta. Pada tanggal tersebut tidak hanya merayakan acara rangkaian ulang tahun, namun pada malam itu juga merupakan Tasyakuran angkatan baru Mapala Specta yang ke 27 yang bernama “Gama Baharu”. Serangakaian acara tidak hanya dihadiri oleh anggota aktif Mapala Specta melainkan juga para Anggota Senior dari berbagai macam angkatan. Acara dimulai pada tanggal 6 Januari 2021 pukul 21.00 yang diawali dengan Tasyakuran sekaligus potong tumpeng pada angkatan Gama Baharu hingga ada juga pertunjukan pertunjukan dari angkatan Gama Baharu dan juga anggota Mapala Specta, lalu ada juga sarasehan yang dimaksudkan agar setiap anggota muda mengenal dan mengetahui para senior seniornya. 
 

Acara demi acara dilalui hingga tibanya diacara pucak yaitu Milad Mapala Specta yang ke 27, acara milad dilakukan dengan pemotongan kue ulang tahun oleh ketua umum Mapala Specta. Setelah dilakukan potong kue lalu acara diakhiri dengan Makan bersama seluruh anggota Mapala Specta dan juga sesi foto bersama.

DIKDAPA XXVI

    Pendidikan dasar mahasiswa pecinta alam merupakan sebuah syarat dimana seorang mahasiswa untuk masuk dan menjadi anggota Mapala diberbagai kampus yang ada. Dimana untuk setiap waktu dan tempat dilaksanakannya Pendidikan Dasar ini berbagai macam variasinya dan untuk konsep yang bermacam macam. Di  Lereng Gunung Lawu Selatan merupakan sebuah tempat lahirnya para Mahasiswa IAIN lahir dan menjadi anggota Mapala Specta, mulai dari angkatan terdahulu hingga sekarang, selalu menggunakan tempat di Lereng Gunung Lawu Selatan. Tepat tanggal 23 Desember kemarin telah lahir anggota muda Mapala Specta yang ke 27, angota muda yang baru ini berjumlah 23 orang yang diantaranya 11 Laki Laki dan 12 Perempuan. Mereka semua telah mengikuti berbagai rangkaian proses seleksi sekitar 2 bulan sebelum masuk ke lapangan, proses seleksi mulai dari screning, materi ruang, materi praktek, dan terakhir test fisik. Dikdapa tidak hanya untuk menjadi syarat masuknya menjadi anggota Mapala Specta, tetapi didalamnya terdapat pembentukan jati diri untuk pribadi menjadi yang lebih baik, tangguh, tanggung jawab, dan peduli terhadap lingkungan. Di Mapala Specta sendiri Dikdapa dilaksanakan kisaran 5-7 hari di Lereng Gunung Lawu Selatan. Selama melaksakan Pendidikan Dasar, Calon anggota ditempa mulai dari fisik, metal, hati serta pikiran untuk dijadikan yang lebih baik. Dikdapa juga merupakan ajang reuni para anggota senior Mapala Specta, para senior Mapala Specta sangat antusias mengikuti acara Dikdapa karena acara tersebut merupakan acara tahunan, terlebih dari itu hanya Dikdapa lah untuk tempat reuni para anggota Mapala Specta dan juga tentunya ingin mengetahui calon anggota Mapala Specta yang tentunya akan menjadi anggota Mapala Specta setelah selesai acara Dikdapa.


 Dengan telah terlaksanaya Dikdapa ini, diharapkan khususnya anggota muda dapat memberikan warna yang berbeda untuk Mapala Specta dan menjadi penerus generasi Mapala Specta.

Pelatihan Design dan Editing


            Editing adalah suatu proses memilih atau menyunting gambar dari hasil shooting dengan cara memotong gambar ke gambar (cut to cut) atau dengan menggabungkan gambar-gambar dengan menyisipkan sebuah, sedangkan untuk design uatu proses kreatif untuk menghasilkan suatu karya dalam bentuk tampilan visual. Bisa berupa gambar, tipografi, ilustrasi, layout, animasi, ataupun elemen visual lainnya. Jadi pengertian antara design dan editing tidaklah berbeda jauh. 

           Tanggal 5 Januari 2021 Mapala Specta mengadakan program kerja dari divisi humas dan publikasi. Pelatihan design foto dan editing video ini yang nantinya akan menjadi pengenalan serta bekal untuk para anggota aktif khususnya anggota muda pada kepanitiaan yang tentunya membutuhkan design seperti membuat MMT, Stiker serta Pamflet. Tidak hanya menjadi sebuah pengenalan ataupun bekal tetapi juga sebagai sebuah peminatan bakat dalam bidang Multimedia.

Kamis, 10 Desember 2020

Ekspedisi Bumi Pasundan

   

        Ekspedisi XVI MAPALA SPECTA EKSPEDISI BUMI PASUNDAN sukses dilakukan oleh 8 orang anggota Mapala Specta angkatan ke 25, ekspedisi ini dilakukan pada tanggal 6 November – 17 November. Ekspedisi Bumi Pasundan ini merupakan sebuah ekspedisi yang dilakukan kota Bandung dan Sukabumi, Jawa Barat. Ekspedisi ini dilakukan pada 3 medan sekaligus yakni Gunung Hutan, Panjat Tebing, dan Susur Goa. Adapun untuk Panjat Tebing dilakukan di Tebing Hawu, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, untuk Gunung Hutan dilakukan di Pegunungan Malabar, Pangalengan, Bandung, Jawa Barat, dan untuk Susur Goa dilakukan di Goa Cisapi, Goa Monyet, Goa Landak, Goa Gombong, Goa Kerek, dikawasan Buniayu, Sukabumi, Jawa Barat.

        Ekspedisi dimulai sejak tanggal 6 November dilakukan upacara pemberangkatan di lapangan  IAIN Surakarta yang diikuti sejumlah peserta ekspedisi serta pengurus dan anggota Mapala Specta, selanjutnya pada malam hari pukul 22.00 tim Ekspedisi Bumi Pasundan menuju stasiun Purwosari untuk menuju ke Bandung dan Sukabumi. Keesokan paginya setelah sampai distasiun Kiaracondong Bandung, tim Ekspedisi Bumi Pasundan langsung berpisah sesuai tujuannya. Tim panjat tebing yang beranggotakan 3 orang, langsung menuju Padalarang dengan menaiki kereta lokal di Bandung, adapun tim susur goa yang beranggotakan 3 orang, juga menuju ke kawasan Buniayu di Sukabumi dengan menaiki Bis dan tim gunung hutan yang beranggotakan 2 orang, menuju ke kampus UIN Sunan Gunung Djati dengan menaiki angkot dan lalu diantar dengan motor oleh anggota Mapala Mahapeka Bandung menuju ke Pangalengan. Disetiap medannya ekspedisi ini mempunyai tujuan yang berbeda beda, adapun untuk panjat tebing dengan melakukan pendataan di semua jalur sport di tebing Hawu dan melakukan top tebing Hawu serta menerapkan beberapa ilmu yang telah dipelajari, untuk gunung hutan melakukan dengan tujuan membuat peta jalur pendakian Gunung Malabar via kampung Cinyiruin dan mencapai puncak besar Malabar 2341 Mdpl, dan untuk susur goa melakukan dengan tujuan pendataan dan pemetaan.

        Pada setiap tim Ekspedisi Bumi Pasundan berbeda beda dalam selesai melakukan ekspedisi. Untuk tim panjat tebing menghabiskan waktu selama 3 hari 2 malam di Tebing Hawu, untuk tim gunung hutan menghabiskan waktu 2 hari 1 malam di Pengunungan Malabar dan untuk tim susur goa menghabiskan waktu 4 hari 3 malam di kawasan Buniayu. Setelah semua tim selesai melakukan ekspedisi, lalu semua tim berkumpul di kampus UIN Sunan Gunung Djati disana beristirahat sehari sebelum berangkat ke Garut Selatan untuk menyalurkan hasil donasi bencana banjir dan tanah longsor di Garut Selatan. Selama istirahat kami diajak bermain dan mengelilingi kota Bandung bersama anggota Mahapeka Bandung, mulai dari kuliner di Bandung hingga ke tempat populer di Bandung. Hingga sesampainya di UIN Sunan Gunung Djati pada malam hari setelah itu dilanjutkan breafing untuk kegiatan penyaluran hasil donasi besok pagi.

        Sabtu, 14 November 2020 kami tim Ekspedisi Bumi Pasundan berangkat ke Garut Selatan pada pagi hari setelah itu pukul 10.00 WIB berhenti di Alun Alun Pamengpeuk untuk membelikan sembako dari uang hasil donasi. Setelah itu pada siang hari tim Ekspedisi Bumi Pasundan menuju ke lokasi pada pukul 15.00 menggunakan mobil dari Kecamatan Cibalong. Setelah sampai kami mencoba bersosialisasi dengan warga sekitar dan bermalam disana, lalu pada keesokan harinyakami menuju ke tempat terjadinya bencana dan melakukan penyerahan sembako dari hasil donasi dan lalu kembali ke Bandung. Malam hari kami tim Ekspedisi Bumi Pasundan sampai di UIN Sunan Gunung Djati lalu beristirahat dan pada keesokan harinya kami tim Ekspedisi Bumi Pasundan berkemas dan bersiap untuk menuju pulang ke Basecamp Mapala Specta. Tiket kereta kami pukul 23.00 dan kami pada pukul 21.00 diantar anggota Mahapeka Bandung untum menuju stasiun Kiaracondong setelah itu kami berpisah dengan anggota Mahapeka Bandung. Selasa, 17 November 2020 sampai di basecamp Mapala Specta. Kami berterimakasih dan senang bisa meakukan Ekspedisi dengan selamat utuh dan tidak terjadi hal hal yang diinginkan, dan tentunya dengan selesai melaksanakan ekspedisi ini dapat menambah wawasan dan pandangan kami menjadi lebih luas.

Selasa, 20 Oktober 2020

Ekspedisi Muda II

    Ekspedisi Muda II Mapala Specta tahun ini sukses dilakukan oleh angkatan 26 Kartala Parahita di gunung Lawu via Cemoro Kandang. Ekspedisi ini dilakukan pada tanggal 5-7 Oktober 2020 dengan misi membawa sampah dari puncak Hargo Dumillah hinga ke pos Cemoro Kandang dan pemasangan plakat arah kiblat di setiap pos atau shelter hingga puncak. Hal yang mendasari dilakukan nya ekspedisi ini adalah karena belum adanya plakat arah kiblat di jalur cemoro kandang dan banyaknya sampah yang terdapat di jalur itu sendiri. Dan juga kami melihat bahwa Lawu dijadikan sebagai sasaran para pendaki dikala pandemi ini karena banyaknya gunung yang tutup sehingga memungkinkan banyak nya sampah yang terdapat disana.

 

    Malam hari di tanggal 5 Oktober kami tiba di basecamp cemoro kandang. Setibanya disana kami langsung melakukan sosiologi pedesaan yang dibagi menjadi beberapa tim. Sosiologi Pedesaan adalah cabang dari disiplin ilmu sosiologi yang mempelajari tentang kehidupan masyarakat pedesaan beserta segala hal yang terkait, termasuk struktur sosial, kondisi, proses dan sistem sosial. Masyarakat disana mayoritas bermata pencaharian sebagai petani sayur dan pedagang. Masyarakat disana hidup dengan kondisi sosial dimana tidak ada struktur organisasi didalamnya seperti ketua RT dan RW. Kami mewawancarai 4 warga setempat sebagai narasumber. Kami juga diberi informasi tentang mitos-mitos di gunung Lawu seperti jangan menggunakan baju hijau pupus ketika mendaki, jangan menggunakan ikat kepala lorek ketika mendaki, jangan mengganggu burung Jalak Lawu, dan lain sebagainya.

 

    Perjalanan kami dimulai pada tanggal 6 Oktober pagi. Cuaca pada saat itu gerimis dan berkabut, tapi kami tidak patah semangat. Total jumlah anggota kami yang melakukan perjalanan ini adalah 13 orang dengan pendamping 4 orang. Kami mengisi perjalanan dengan canda tawa sehingga kami sangat menikmati perjalanan ini walau hujan dan kabut terus mengiringi hingga pos 3. Keadaan jalur cemoro kandang pada saat itu sepi, bahkan ketika berangkat hanya terdapat dua rombongan termasuk kami.

 

    Total plakat arah kiblat yang kami pasang adalah 7 buah yang berada di pos 1, pos 2, pos 3, pos bayangan, pos 4, pos 5, dan puncak Hargodumillah. Kami memasang plakat kiblat di tiang-tiang yang terdapat di masing-masing shelter dengan menggunakan media kawat dan paku. Dan total sampah yang berhasil kami bawa turun adalah 10 kantung trashbag penuh. Sampah yang kami dapatkan kebanyakan adalah sampah tisu dan plastik yang tidak bisa didaur ulang karena sudah banyak yang rusak termakan waktu. Selain itu, kami masih menemukan banyak sampah air urin di dalam botol, ini menandakan bahwa masih banyak pendaki yang kurang kesadaran akan sampah di gunung. Dengan hal itu, kami membawa pesan tersirat untuk para pendaki agar senantiasa membawa pulang sampah yang dibawa ke gunung.

BAIAT ANGGOTA MADYA 2026

​ BAIAT MADYA MAPALA SPECTA 2026 Setelah melalui rangkaian pendidikan dan pembinaan yang panjang, anggota muda MAPALA SPECTA akhirnya mencap...