Senin, 11 Januari 2021

Milad Specta ke 27 dan Tasyakuran Angkatan Gama Baharu

   Januari awal tepatnya tanggal 7 Januari 2021 merupakan sebuah momen berharga sekaligus bahagia bagi organisasi Mapala Specta, dimana pada tanggal itu merupakan tanggal hari lahir Mapala Specta. Pada tanggal tersebut tidak hanya merayakan acara rangkaian ulang tahun, namun pada malam itu juga merupakan Tasyakuran angkatan baru Mapala Specta yang ke 27 yang bernama “Gama Baharu”. Serangakaian acara tidak hanya dihadiri oleh anggota aktif Mapala Specta melainkan juga para Anggota Senior dari berbagai macam angkatan. Acara dimulai pada tanggal 6 Januari 2021 pukul 21.00 yang diawali dengan Tasyakuran sekaligus potong tumpeng pada angkatan Gama Baharu hingga ada juga pertunjukan pertunjukan dari angkatan Gama Baharu dan juga anggota Mapala Specta, lalu ada juga sarasehan yang dimaksudkan agar setiap anggota muda mengenal dan mengetahui para senior seniornya. 
 

Acara demi acara dilalui hingga tibanya diacara pucak yaitu Milad Mapala Specta yang ke 27, acara milad dilakukan dengan pemotongan kue ulang tahun oleh ketua umum Mapala Specta. Setelah dilakukan potong kue lalu acara diakhiri dengan Makan bersama seluruh anggota Mapala Specta dan juga sesi foto bersama.

DIKDAPA XXVI

    Pendidikan dasar mahasiswa pecinta alam merupakan sebuah syarat dimana seorang mahasiswa untuk masuk dan menjadi anggota Mapala diberbagai kampus yang ada. Dimana untuk setiap waktu dan tempat dilaksanakannya Pendidikan Dasar ini berbagai macam variasinya dan untuk konsep yang bermacam macam. Di  Lereng Gunung Lawu Selatan merupakan sebuah tempat lahirnya para Mahasiswa IAIN lahir dan menjadi anggota Mapala Specta, mulai dari angkatan terdahulu hingga sekarang, selalu menggunakan tempat di Lereng Gunung Lawu Selatan. Tepat tanggal 23 Desember kemarin telah lahir anggota muda Mapala Specta yang ke 27, angota muda yang baru ini berjumlah 23 orang yang diantaranya 11 Laki Laki dan 12 Perempuan. Mereka semua telah mengikuti berbagai rangkaian proses seleksi sekitar 2 bulan sebelum masuk ke lapangan, proses seleksi mulai dari screning, materi ruang, materi praktek, dan terakhir test fisik. Dikdapa tidak hanya untuk menjadi syarat masuknya menjadi anggota Mapala Specta, tetapi didalamnya terdapat pembentukan jati diri untuk pribadi menjadi yang lebih baik, tangguh, tanggung jawab, dan peduli terhadap lingkungan. Di Mapala Specta sendiri Dikdapa dilaksanakan kisaran 5-7 hari di Lereng Gunung Lawu Selatan. Selama melaksakan Pendidikan Dasar, Calon anggota ditempa mulai dari fisik, metal, hati serta pikiran untuk dijadikan yang lebih baik. Dikdapa juga merupakan ajang reuni para anggota senior Mapala Specta, para senior Mapala Specta sangat antusias mengikuti acara Dikdapa karena acara tersebut merupakan acara tahunan, terlebih dari itu hanya Dikdapa lah untuk tempat reuni para anggota Mapala Specta dan juga tentunya ingin mengetahui calon anggota Mapala Specta yang tentunya akan menjadi anggota Mapala Specta setelah selesai acara Dikdapa.


 Dengan telah terlaksanaya Dikdapa ini, diharapkan khususnya anggota muda dapat memberikan warna yang berbeda untuk Mapala Specta dan menjadi penerus generasi Mapala Specta.

Pelatihan Design dan Editing


            Editing adalah suatu proses memilih atau menyunting gambar dari hasil shooting dengan cara memotong gambar ke gambar (cut to cut) atau dengan menggabungkan gambar-gambar dengan menyisipkan sebuah, sedangkan untuk design uatu proses kreatif untuk menghasilkan suatu karya dalam bentuk tampilan visual. Bisa berupa gambar, tipografi, ilustrasi, layout, animasi, ataupun elemen visual lainnya. Jadi pengertian antara design dan editing tidaklah berbeda jauh. 

           Tanggal 5 Januari 2021 Mapala Specta mengadakan program kerja dari divisi humas dan publikasi. Pelatihan design foto dan editing video ini yang nantinya akan menjadi pengenalan serta bekal untuk para anggota aktif khususnya anggota muda pada kepanitiaan yang tentunya membutuhkan design seperti membuat MMT, Stiker serta Pamflet. Tidak hanya menjadi sebuah pengenalan ataupun bekal tetapi juga sebagai sebuah peminatan bakat dalam bidang Multimedia.

Kamis, 10 Desember 2020

Ekspedisi Bumi Pasundan

   

        Ekspedisi XVI MAPALA SPECTA EKSPEDISI BUMI PASUNDAN sukses dilakukan oleh 8 orang anggota Mapala Specta angkatan ke 25, ekspedisi ini dilakukan pada tanggal 6 November – 17 November. Ekspedisi Bumi Pasundan ini merupakan sebuah ekspedisi yang dilakukan kota Bandung dan Sukabumi, Jawa Barat. Ekspedisi ini dilakukan pada 3 medan sekaligus yakni Gunung Hutan, Panjat Tebing, dan Susur Goa. Adapun untuk Panjat Tebing dilakukan di Tebing Hawu, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, untuk Gunung Hutan dilakukan di Pegunungan Malabar, Pangalengan, Bandung, Jawa Barat, dan untuk Susur Goa dilakukan di Goa Cisapi, Goa Monyet, Goa Landak, Goa Gombong, Goa Kerek, dikawasan Buniayu, Sukabumi, Jawa Barat.

        Ekspedisi dimulai sejak tanggal 6 November dilakukan upacara pemberangkatan di lapangan  IAIN Surakarta yang diikuti sejumlah peserta ekspedisi serta pengurus dan anggota Mapala Specta, selanjutnya pada malam hari pukul 22.00 tim Ekspedisi Bumi Pasundan menuju stasiun Purwosari untuk menuju ke Bandung dan Sukabumi. Keesokan paginya setelah sampai distasiun Kiaracondong Bandung, tim Ekspedisi Bumi Pasundan langsung berpisah sesuai tujuannya. Tim panjat tebing yang beranggotakan 3 orang, langsung menuju Padalarang dengan menaiki kereta lokal di Bandung, adapun tim susur goa yang beranggotakan 3 orang, juga menuju ke kawasan Buniayu di Sukabumi dengan menaiki Bis dan tim gunung hutan yang beranggotakan 2 orang, menuju ke kampus UIN Sunan Gunung Djati dengan menaiki angkot dan lalu diantar dengan motor oleh anggota Mapala Mahapeka Bandung menuju ke Pangalengan. Disetiap medannya ekspedisi ini mempunyai tujuan yang berbeda beda, adapun untuk panjat tebing dengan melakukan pendataan di semua jalur sport di tebing Hawu dan melakukan top tebing Hawu serta menerapkan beberapa ilmu yang telah dipelajari, untuk gunung hutan melakukan dengan tujuan membuat peta jalur pendakian Gunung Malabar via kampung Cinyiruin dan mencapai puncak besar Malabar 2341 Mdpl, dan untuk susur goa melakukan dengan tujuan pendataan dan pemetaan.

        Pada setiap tim Ekspedisi Bumi Pasundan berbeda beda dalam selesai melakukan ekspedisi. Untuk tim panjat tebing menghabiskan waktu selama 3 hari 2 malam di Tebing Hawu, untuk tim gunung hutan menghabiskan waktu 2 hari 1 malam di Pengunungan Malabar dan untuk tim susur goa menghabiskan waktu 4 hari 3 malam di kawasan Buniayu. Setelah semua tim selesai melakukan ekspedisi, lalu semua tim berkumpul di kampus UIN Sunan Gunung Djati disana beristirahat sehari sebelum berangkat ke Garut Selatan untuk menyalurkan hasil donasi bencana banjir dan tanah longsor di Garut Selatan. Selama istirahat kami diajak bermain dan mengelilingi kota Bandung bersama anggota Mahapeka Bandung, mulai dari kuliner di Bandung hingga ke tempat populer di Bandung. Hingga sesampainya di UIN Sunan Gunung Djati pada malam hari setelah itu dilanjutkan breafing untuk kegiatan penyaluran hasil donasi besok pagi.

        Sabtu, 14 November 2020 kami tim Ekspedisi Bumi Pasundan berangkat ke Garut Selatan pada pagi hari setelah itu pukul 10.00 WIB berhenti di Alun Alun Pamengpeuk untuk membelikan sembako dari uang hasil donasi. Setelah itu pada siang hari tim Ekspedisi Bumi Pasundan menuju ke lokasi pada pukul 15.00 menggunakan mobil dari Kecamatan Cibalong. Setelah sampai kami mencoba bersosialisasi dengan warga sekitar dan bermalam disana, lalu pada keesokan harinyakami menuju ke tempat terjadinya bencana dan melakukan penyerahan sembako dari hasil donasi dan lalu kembali ke Bandung. Malam hari kami tim Ekspedisi Bumi Pasundan sampai di UIN Sunan Gunung Djati lalu beristirahat dan pada keesokan harinya kami tim Ekspedisi Bumi Pasundan berkemas dan bersiap untuk menuju pulang ke Basecamp Mapala Specta. Tiket kereta kami pukul 23.00 dan kami pada pukul 21.00 diantar anggota Mahapeka Bandung untum menuju stasiun Kiaracondong setelah itu kami berpisah dengan anggota Mahapeka Bandung. Selasa, 17 November 2020 sampai di basecamp Mapala Specta. Kami berterimakasih dan senang bisa meakukan Ekspedisi dengan selamat utuh dan tidak terjadi hal hal yang diinginkan, dan tentunya dengan selesai melaksanakan ekspedisi ini dapat menambah wawasan dan pandangan kami menjadi lebih luas.

Selasa, 20 Oktober 2020

Ekspedisi Muda II

    Ekspedisi Muda II Mapala Specta tahun ini sukses dilakukan oleh angkatan 26 Kartala Parahita di gunung Lawu via Cemoro Kandang. Ekspedisi ini dilakukan pada tanggal 5-7 Oktober 2020 dengan misi membawa sampah dari puncak Hargo Dumillah hinga ke pos Cemoro Kandang dan pemasangan plakat arah kiblat di setiap pos atau shelter hingga puncak. Hal yang mendasari dilakukan nya ekspedisi ini adalah karena belum adanya plakat arah kiblat di jalur cemoro kandang dan banyaknya sampah yang terdapat di jalur itu sendiri. Dan juga kami melihat bahwa Lawu dijadikan sebagai sasaran para pendaki dikala pandemi ini karena banyaknya gunung yang tutup sehingga memungkinkan banyak nya sampah yang terdapat disana.

 

    Malam hari di tanggal 5 Oktober kami tiba di basecamp cemoro kandang. Setibanya disana kami langsung melakukan sosiologi pedesaan yang dibagi menjadi beberapa tim. Sosiologi Pedesaan adalah cabang dari disiplin ilmu sosiologi yang mempelajari tentang kehidupan masyarakat pedesaan beserta segala hal yang terkait, termasuk struktur sosial, kondisi, proses dan sistem sosial. Masyarakat disana mayoritas bermata pencaharian sebagai petani sayur dan pedagang. Masyarakat disana hidup dengan kondisi sosial dimana tidak ada struktur organisasi didalamnya seperti ketua RT dan RW. Kami mewawancarai 4 warga setempat sebagai narasumber. Kami juga diberi informasi tentang mitos-mitos di gunung Lawu seperti jangan menggunakan baju hijau pupus ketika mendaki, jangan menggunakan ikat kepala lorek ketika mendaki, jangan mengganggu burung Jalak Lawu, dan lain sebagainya.

 

    Perjalanan kami dimulai pada tanggal 6 Oktober pagi. Cuaca pada saat itu gerimis dan berkabut, tapi kami tidak patah semangat. Total jumlah anggota kami yang melakukan perjalanan ini adalah 13 orang dengan pendamping 4 orang. Kami mengisi perjalanan dengan canda tawa sehingga kami sangat menikmati perjalanan ini walau hujan dan kabut terus mengiringi hingga pos 3. Keadaan jalur cemoro kandang pada saat itu sepi, bahkan ketika berangkat hanya terdapat dua rombongan termasuk kami.

 

    Total plakat arah kiblat yang kami pasang adalah 7 buah yang berada di pos 1, pos 2, pos 3, pos bayangan, pos 4, pos 5, dan puncak Hargodumillah. Kami memasang plakat kiblat di tiang-tiang yang terdapat di masing-masing shelter dengan menggunakan media kawat dan paku. Dan total sampah yang berhasil kami bawa turun adalah 10 kantung trashbag penuh. Sampah yang kami dapatkan kebanyakan adalah sampah tisu dan plastik yang tidak bisa didaur ulang karena sudah banyak yang rusak termakan waktu. Selain itu, kami masih menemukan banyak sampah air urin di dalam botol, ini menandakan bahwa masih banyak pendaki yang kurang kesadaran akan sampah di gunung. Dengan hal itu, kami membawa pesan tersirat untuk para pendaki agar senantiasa membawa pulang sampah yang dibawa ke gunung.

Selasa, 28 April 2020

Lestarikan Bumi




Menjaga kebersihan dan lingkungan tempat kita tinggal adalah kewajiban yang membuat bumi lebih terjaga. Menjaga suatu lingkungan adalah tugas yang mulia, bukan hanya dengan kata-kata tetapi juga harus disertai tindakan yang nyata. Alam penting bagi kehidupan makhluk hidup, manfaat lingkungan yang hijau, rindang dan bersih bukan hanya dinikmati oleh manusia tetapi dinikmati pula oleh hewa dan tumbuhan. Tumbuhan merupakan sumber oksigen yang kita hirup setiap saat dan setiap waktu untuk kelangsungan kehidupan kita. Selembar daunku berarti secercah kehidupanmu. Maka dari itu tumbuhan perlu dilestarikan supaya bisa memberikan manfaat yang baik bagi semua makhluk hidup lainnya

Orang yang berilmu selalu tampil bersih dan suka bersih-bersih. Jangan menjadi orang yang malas menjaga kebersihan terutama untuk lingkungan dan sekitar. Kebersihan merupakan syarat mutlak untuk mencapai kesehatan. Kebersihan menjadi awal dari penilaian baik buruknya seseorang. Kepribadian yang baik akan menjaga kebersihan dirinya, lingkungannya dan sekitarnya. Kebersihan lingkungan ajarkan sejak Dini, dan terapkan kebiasaan peduli lingkungan dimulai dari keluarga, serta sebarkan kepada masyarakat.            

Sabtu, 01 Februari 2020

RANGKAIAN MILAD KE 26 MAPALA SPECTA GELAR BERBAGAI ACARA

milad Mapala Specta 26


Assalamualaikum Wr Wb
Salam Lestari!!!

bertambah usia merupakan moment membahagiakan bagi siapa saja termasuk sebuah organisasi. 7 januari 1994 organisasi pecinta alam ini dilahirkan dan 7 januari 2020 mapala specta fenep berusia 26 tahun. bukan muda lagi namun juga belum sangat tua. banyak cara mengisi hari kelahirannya dan mapala specta mengisinya dengan berbagai kegiatan positif diantaranya. silakan baca samapi selesai :)
Banyak hal yang terlintas terkait upaya kelestarian alam dan tanggap bencana. Upaya secara sederhana diartikan usaha atau ikhtiar. Upaya merupakan sebuah kegiatan dengan menggerakan badan, tenaga dan pikiran untuk mencapai sebuah tujuan. Lalu apa saja yang dilakukan mapala specta dalam mewujudkan kelestarian alam dan tanggap bencana.

Ø  Specta mengabdi








Sebuah kegiatan yang dilaksanakan pada 15-16 Januari 2020 di sebuah SD Negeri 02 Ngombakan, Polokarto, Sukoharjo. Kegiatan ini mengusung tema “upaya membangun rasa cinta terhadap lingkungan sekitar dan kesiapsiagaan bencana sejak dini”. Dimana dalam kegiatan ini memberikan edukasi  terkait kesiapsiagaan bencana, membangun prilaku sadar sampah, menanam pohon bersama dan membuat lubang biopori (penyerapan). Upaya tersebut dilatar belakangi dari prinsip pencegahan lebih baik dari pada mengobati atau memperbaiki. Maka hal tersebut harus dipahamkan sedini mungkin karena mereka para anak anak adalah generasi penerus bangsa yang akan membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Diketahui bahwasanya SD tersebut sering terkena banjir apabila hujan deras karena area penyerapan masih sangat kurang.  Maka mapala specta melakukan sebuah aksi nyata dengan turun langsung untuk mengajarkan, memahamnkan serta membantu menyelesaikan masalah dengan kegiatan specta mengabdi.

Ø  Penggalangan Dana

Melihat kondisi Indonesia khususnya Jabodetabek seakan menjadi langganan banjir setiap tahunya. Selain itu banjir bisa terjadi dimana saja, melihat kondisi yang sedang menimpa Jabodetabek sebagai manusia yang berjiwa sosial pasti rasa simpati denga saudara saudara kita yang sedang ditimpa musibah. Mapala spectapun dengan sigap mengadakan sebuah aksi penggalangan dana untuk membantu korban banjir jabodetabek pada hari selasa,22 Januari 2020 diarea kampus IAIN Surakarta. Anggota mapala specta beraksi dengan membawa kotak penggalangan dana dan menyebar disemua area kampus , masuk dari kelas ke kelas, dari satu gerombolan ke gerombolan lain dan semuanya. Aksi tersebut disambut baik oleh semua warga kampus dengan memberikan sumbangan untuk membantu korban banjir jabodetabek. Alhamdulilah dari acaa penggalangan dana tersebut terkumpul 2.741,800 yang selanjutnya akan disalurkan untuk membantu saudara kita yang terkena musbah banjir. Membantu bisa dilakukan dengan berbagai cara salah satunya denga menyisihkan sedikit rizeki yang kita miliki untuk membatu mereka yang membuuhkan. Jikapun tidak dengan uang bantuan berupa doa niscaya juga dapat meringankan musibah yang menimpa saudara kita. Karena tak ada yang salah dengan berbuat baik dan dapat dilakukan dengan banyak cara.

Ø  Lomba Film Pendek
(juara 1 dengan video berjudul “sampah”)
Melihat fenomena fenomena  bahwa masyarakat tak bisa lepas dari gawai dan alam perlu di lestarikan. Munculah sebuah ide? Kenapa tidak berkarya saja? Dengan membuat karya merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar serta bisa menyadarkan mereka yang melihatnya? Yang belum tahu jadi tahu, dan yang tahu menjadi paham. Dalam rangkaian itu, Mapala Specta mengadakan sebuah lomba Video Pendek dengan tema Kesadaran Alam pada 12-23 Januari 2020. Alhamdulillah lomba tersebut disambut baik oleh semuanya dan diikuti dari berbagai lini masyarakat baik masyarakat umum, mahasiswa dan pelajar. Semoga dengan ada sedikit langkah kecil tentang kesadaran alam dan lingkungan sekitar bisa memberikan dampak yang baik untuk kedepannya. Begitu banyak ide ide kreatif yang tertuang dan menyadarkan kita.. Mulai dari hal kecil mulai dari sekarang. Seperti membunag sampah pada tempatnya, kurangi penggunaan plastik atau segala sesuatu yang sulit terurai, dan reboisasi untuk jaga alam tetap lestari. Karena peduli saja tidak cukup, mari kita beraksi.

Ø  SEMAR (Specta Seminar)
Mapala IAIN Surakarta ikut serta mewujudkan Jateng melestarikan lingkungan dan tanggap bencana. Melihat begitu banyak kejadian yang terjadi dimasyarakat Maupun Semesta ini. Terkusus dalah hal Kelestarian Alam dan Menjadi sosok yang Tanggap Bencana sangat diperlukan. Mapala Specta sebagai salah satu organisasi pecinta Alam menyelenggarakan sebuah acara yang bernama SEMAR (SPECTA SEMINAR). Dengan pembicara Susilo Margono, S.Hut, M.Ling (Dinas Lingkungan Hidup Jawa Tengah) dan Nurkhamid, S.Kom, M.Kom (BPBD Jawa Tengah) dengan dimoderatori oleh Abdullah Tri Wahyudi, S.Ag, S.H, M.H (Keluarga Besar Specta) dengan seminar yang bertemakan "Pentingnya Merawat Alam dan Penanggulangan Bencana" pada Jum'at, 24 Januari 2020. Di Aula FAB IAIN Surakarta. Sebagai salah satu bentuk kontribusi dan dukungan untuk kelestarian alam dan tanggap bencana dari mapala specta. Matei materi yang dipaparkan, pengalaman, dan diskusi bersama narasumber memberikan pemahaman dan pengetahuan yang lebih dan diharapkan dengan itu akan timbul sebuah kesadaran dan aksi dari semua peserta yang mengikuti kegiatan tersebut.
  



Semua upaya tersebut juga merupakan serangkaian acara milad Mapala specta 26 dengan acara puncak pada Jum’at 24 Agustus 2020 di Graha IAIN Surakarta. Acra milad tersebut mengusung tema “TALIPATI PERSAHABATAN PERERAT PERSAUDARAAN”. Kegiatan yang merupakan sebuah ajang berkumpul dan bercerita banyak hal dimana sebuah acara yang mempertemukan mapala mapala dari berbagai daerah seperti solo raya, semarang, pekalongan, salatiga dan lain sebagainya. Selain itu, acara juga dimeriahkn dengan bernyanyi dan potong kue milad Mapala Specta ke 26 dilanjutkan dengan bernyanyi dan berjoget bersama band Pisah Ranjang dan MANSKA. Yang merubah suasana acara menjadi sangat seru dan meriah, semua yang hadir bernyanyi, berjoget dan tertawa bersama. Sungguh pemndangan yang sangat indah dan begitu kental terasa persaudaraanya. Semua melebur menjadi satu dalam sebuah keluarga yang bernama MAPALA. Jaya selalu Mapala. Jaya selalu SPECTA. Seluruh Baktiku Untukmu. Jadilah organisasi yang tak sekedar organisasi namun juga rumah dan berkontribusi penuh untuk alam dan semesta. Amiiin



SPECTA...!!!
SELURUH BAKTIKU UNTUKMU...!!!
Wassalamualaikum wr wb

Humas dan Publikasi
Mapala SPECTA IAIN SURAKARTA
Uswatun Hasanah (ucil) 
MPA. 23. 174. SR

BAIAT ANGGOTA MADYA 2026

​ BAIAT MADYA MAPALA SPECTA 2026 Setelah melalui rangkaian pendidikan dan pembinaan yang panjang, anggota muda MAPALA SPECTA akhirnya mencap...