Minggu, 12 Januari 2025

EKSPEDISI NEGERI INTAN BULAENG - PULAU SUMBAWA 2024

Nama kegiatan ini adalah “Ekspedisi Negeri Intan Bulaeng” Ekspedisi ini merupakan Ekspedisi ke-20 yang terlaksana di Mapala SPECTA. Nama Ekspedisi Negeri Intan Bulaeng berarti negeri yang kaya akan kandungan mineral tanah seperti emas, perak dan tembaga. Yang bermakna bahwa kekayaan bumi tersimpan didalam tanah, yang diharapkan sekaya apapun manusia, sehebat apapun ia berkarya, secerdas apapun ia berfikir, ia akan tetap rendah hati. Seperti halnya tema kita, Menapaki Atap Pulau Sumbawa yang memiliki makna ekspedisi penaklukan alam yang memadukan keindahan panorama dengan semangat ilmiah dan pengabdian. Dalam pendakian Gunung Tambora, kita tidak hanya mengejar puncak, tetapi juga menyelami kekayaan ilmiah dan berkomitmen pada pemberdayaan masyarakat sekitar, menjadikan setiap langkah sebagai bentuk harmoni antara pengetahuan, alam, dan kemanusiaan, sebutan ekspedisi kami yang diharapkan kami para ekspeditor dengan kelebihan dan kekurangan yang ada dalam diri kita masing-masing, kami bisa saling melengkapi, tetap rendah hati, sabar, dan tabah sampai akhir. Seperti halnya bangunan besar nan megah yang berdiri kokoh, pasti memerlukan proses yang tidak cepat dan penuh strategi, begitupula dengan kegiatan ekspedisi ini banyak hal yang kami susun strateginya bahkan di 8 bulan sebelum keberangkatan, mulai dari pencarian, pengumpulan, dan juga penelitian jarak jauh untuk mendapatkan data dan informasi yang valid, selain itu persiapan fisik juga kami lakukan untuk kemudahan dan kelancaran kegiatan outdoor yang hendak kami laksanakan di tanah Nusa Tenggara Barat ini. Ekspedisi ini lahir dari cita – cita dan keinginan untuk membawa nama baik organisasi melolong berkeliling Nusantara, bahkan Mancanegara. Ekspedisi Spesialisasi ini diibaratkan sebagai dermaga akhir sebelum berlayar menuju proses kepengurusan yang lebih hebat lagi di Mapala Specta. Ekspeditornya merupakan anggota aktif yang telah mengikuti seluruh proses Pendidikan wajib yang ada, dari mulai Pendidikan Dasar, Pendidikan Lanjut beserta pelaporannya, Ekspedisi Muda dengan laporannya, kepanitiaan Pendidikan dasar, dan kepengurusan, tidak mudah berada di tahap ini tapi dengan keyakinan dan ketangguhan setiap anggota maka hal yang terlihat sukar itu dapat dilalui dengan baik. Dermaga ini akan terlihat indah saat kapalnya bersandar dengan baik nan elok, bagaikan senja dilaut yang tenang megah dan menawan dengan sekelabat awan dan gradasi warna warna langit dan lautnya, begitulah kami bisa mengibaratkan perjalanan dari sebuah Ekspedisi yang kami lahirkan dengana nama Ekspedisi Negeri Intan Bulaeng. Ada beberapa capaian yang kami susun dengan elok pada kegiatan ekspedisi ini, yang pertama kami sepakat menyatukan satu pendapat dan argumentasi yang sama yaitu dengan memilih divisi Gunung Hutan dalam ke spesialisasian ekspedisi ini, dengan berbagai pertimbangan dan hasil penelitian kami juga akhirnya sepakat memilih pendakian Gunung Tambora dengan jalur Kawinda To’I. Jalur ini memang jarang dilewati oleh beberapa pendaki, jarak tempuh yang terbilang sangat jauh dari pusat kota menjadi salah satu alasan, selain itu jalur pendakian yang bisa dibilang cukup menantang menjadi alasan, kendati demikian keelokan dekapan Tambora di jalur ini benar benar memanjakan mata dan jiwa yang rindu akan nuansa savana yang indah nan hutan tambora yang gagah, pendakian ini dilakukan untuk memenuhi persyaratan untuk menjadi ekspeditor dengan spesialisasi divisi gunung hutan, berbagai materi yang telah kami pelajari di Pendidikan sebelumnya kami terapkan pada kegiatan ini. Adapun hal yang membedakan kegiatan Ekspedisi Spesialisasi ini dengan Pendidikan wajib yang lainnya adalah ada pengupayaan dan pemaksimalan suatu materi pada divisi yang dijadikan sebagai spesialisasi oleh para ekspeditor, dengan itu kami memilih pemantapan materi pada pembuatan peta jalur pendakian dengan bentuk 3D, meskipun nantinya ketika dicetak peta hanya akan terlihat 2D namun kami menyediakan barcode yang dapat diakses pada peta jalur pendakian dengan 3D, selain itu capaian kami yang lainnya adalah dengan pemasangan plakat penunjuk arah kiblat di stasiun 4 atau pos camp. Selama melewati seluruh jalur pendakian Gunung Tambora via Kawinda To’I kami memang tidak menemukan plakat penunjuk arah kiblat, bahkan di stasiun 4 yang biasanya menjadi pos camp. Plakat arah kiblat memang jarang ditemukan di berbagai jalur pendakian, penunjuk arah yang ada, kebanyakan adalah arah menunju ke puncak, dengan demikian kami ingin memberikan penunjuk arah kiblat ini untuk memudahkan umat muslim yang hendak melaksanakan ibadah sholat pada jalur pendakian. Capaian kami selanjutnya adalah pengabdian masyarakat dengan tema peningkatan popularitas potensi wisata di desa Kawinda To’I, dengan kegiatan pendukungnya antara lain : Pengadaan sosialisasi pantai yang berpotensi wisata, dengan adanya sosialisasi ini kami mengajak diskusi secara terbuka kepada segenap masyarakat di desa Kawinda To’I untuk pengembangan pantai yang memiliki potensi wisata besar, dengan indahnya lautan lepas, megahnya bukit aruna dibelakang pantai dan birunya ombak pada lautan yang anggun dan gagah itu, apalagi dinikmati saat senja indahnya semburat cahaya oren yang menguasai langit kawinda to’I. Potensi wisata yang indah ini perlu dikelola dengan baik dan sistematis, guna peningkatan pendapatan lokal dan mata pencaharian dalam bidang pariwisata bagi warga sekitar, kendati demikian kami juga merencanakan kegiatan ini bersama dengan pemuda sekitar, mulai dari kelompok sadar wisata desa Kawinda To’I, Karang Taruna, Pemerintah Desa, juga Polisi Bhabinkabtimas setempat, diperlukan observasi dan pengamatan secara langsung sebelum kami melakukan sosialisasi, oleh karenanya kami perlu melakukan kunjungan wisata agar bisa memperkirakan strategi yang cocok untuk pengembangan dan peningkatan popularitas wisata, dengan demikian ada beberapa strategi yang kami siapkan salah satunya adalah dengan melakukan kampanye media sosial, kami juga mengadakan perlombaan berupa foto dan vidiografi dari pemandangan yang mereka ambil. Lomba ini dilaksanakan selama kami berada disana dan diumumkan pemenangnya saat kegiatan sosialisasi potensi wisata dilaksanakan, antusias yang didapatkan cukup baik dan ada harapan besar dari pemerintah desa salah satunya adalah dengan dikenalnya desa Kawinda To’I dikalangan masyarakat dapat membuat pemerintah peduli terhadap kondisi jaringan dan sinyal di desa ini. Itulah rencana dan capaian yang telah kami laksanakan dalam kegiatan Ekspedisi Negeri Intan Bulaeng ini, semoga apa yang kami laksanakan dapat berguna bagi sekitar, bagi organisasi, maupun bagi kawan kawan yang juga hendak berkunjung dalam program wisata maupun penelitian di desa Kawinda To’I ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MUSMAPA XXIII MAPALA SPECTA PERIODE 2025

Boyolali– Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) SPECTA telah sukses menyelenggarakan Musyawarah Mahasiswa Pecinta Alam (MUSMAPA) XXIII yang berlan...