Mahasiswa Pecinta Alam Specta Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta Gd. SC Lt. 1 UIN Raden Mas Said Surakarta "To Think The Earth, To Land Down The Thought"
Kamis, 30 Januari 2025
Musyawarah Mahasiswa Pecinta Alam SPECTA XXII
MAPALA
SPECTA- Salam Lestari. Dalam sebuah organisasi tentunya ada pergantian pemimpin
dan pengurus guna keberlangsungan roda organisasi. Pergantian pemimpin biasanya
dilaksanakan dengan jalan musyawarah mufakat. Setelah melewati 1 Periode
kepengurusan di tahun 2024. Mapala SPECTA kini saatnya kita melaksanakan Musyawarah
Mahasiswa Pecinta Alam SPECTA (MUSMAPA).
MUSMAPA adalah Musyawarah Mahasiswa Pecinta Alam SPECTA
yang merupakan forum tertinggi di Mapala SPECTA. Musmapa XXII tahun ini
dilaksanakan pada 23-26 Januari 2025 yang bertempat di Balai Desa Banyudono, Kabupaten
Boyolali, Jawa Tengah.
Acara MUSMAPA kali ini mengusung tema "Satukan Solidaritas
Untuk Membentuk Integritas" yang harapan dari tema tersebut untuk
mengedepankan Mapala SPECTA lebih baik lagi dalam mengeratkan sebuah
kekeluargaan dan membuahkan kader yang berkualitas lebih baik dari sebelumnya.
Kegiatan ini dibuka oleh presidium sementara lalu
dilanjutkan dengan sambutan oleh ketua umum Mapala SPECTA periode 2024 yakni
sejawat Jagel, lalu di lanjutkan dengan pemilihan presidium tetap dan rangkaian
acara-acara berikutnya.
Kegiatan MUSMAPA ke-22 ini sebagai ajang pemilihan
Ketua Umum untuk periode berikutnya. Kemudian, Forum memilih Anggota Penuh yang
telah menjabat sebelumnya di periode 1. Lalu mencalonkan dirinya sebagai ketua
umum untuk periode berikutnya. Dengan terpilihnya ketua umum baru yaitu Siti
Munhafiroh atau sejawat Kebar dengan MPA 29.236.AV telah sah menjadi Ketua Umum
Mapala SPECTA di periode 2025-2026.
Minggu, 12 Januari 2025
Pendidikan Dasar Pecinta Alam (DIKDAPA) Ke-XXX. MEKAR GAGAH MENGUKIR SEJARAH
Mahasiswa Pecinta Alam SPECTA sebuah organisasi yang bergerak di bidang kepecintaalaman dan kepetualangan. Ketika seseorang ingin bergabung dalam Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala), tentu setiap calon anggota harus melalui beberapa proses dan prosedur yang berlaku. Proses itulah yang menjadikan seseorang itu memahami dan bisa mengartikan betapa pentingnya sebuah perjalanan untuk mencapai sebuah tujuan.
Salah satu prosesnya yaitu Pendidikan Dasar Pecinta Alam (DIKDAPA) Begitu juga dengan Mahasiswa Pecinta Alam SPECTA, Pendidikan Dasar Pecinta Alam (DIKDAPA) XXX menjadi syarat wajib untuk menjadi anggota Mahasiswa Pecinta Alam SPECTA, hal tersebut tentunya digunakan untuk melanjutkan tonggak estafet organisasi. DIKDAPA XXX yang dilakukan pada tanggal 15 November hingga 20 November 2024.
Di Lereng Gunung Lawu Selatan merupakan sebuah tempat lahirnya para Mahasiswa Pecinta Alam SPECTA lahir dan menjodi anggota Mahasiswa Pecinta Alam SPECTA, mulai dari angkatan terdahulu hingga sekarang, selalu menggunakan tempat di Lereng Gunung Lawu Selatan. Tepat tanggal 20 November kemarin telah lahir anggota muda Mahasiswa Pecinta Alam SPECTA yang ke 30, angota muda yang baru ini berjumlah 19 orang yang diantaranya 10 laki-laki dan 9 pеrempuan. Mereka semua
telah mengikuti berbagai rangkaian proses seleksi sekitar 1 bulan sebelum masuk ke lapangan, proses seleksi mulai dari screning, materi ruang, materi praktek, dan terakhir test fisik.
Pendidikan Dasar Pecinta Alam (DIKDAPA) XXX Mahasiswa Pecinta Alam SPECTA ini ditutup di Sekipan dan foto bersama.
EKSPEDISI NEGERI INTAN BULAENG - PULAU SUMBAWA 2024
Nama kegiatan ini adalah “Ekspedisi Negeri Intan Bulaeng” Ekspedisi ini merupakan Ekspedisi ke-20 yang terlaksana di Mapala SPECTA. Nama Ekspedisi Negeri Intan Bulaeng berarti negeri yang kaya akan kandungan mineral tanah seperti emas, perak dan tembaga. Yang bermakna bahwa kekayaan bumi tersimpan didalam tanah, yang diharapkan sekaya apapun manusia, sehebat apapun ia berkarya, secerdas apapun ia berfikir, ia akan tetap rendah hati. Seperti halnya tema kita, Menapaki Atap Pulau Sumbawa yang memiliki makna ekspedisi penaklukan alam yang memadukan keindahan panorama dengan semangat ilmiah dan pengabdian. Dalam pendakian Gunung Tambora, kita tidak hanya mengejar puncak, tetapi juga menyelami kekayaan ilmiah dan berkomitmen pada pemberdayaan masyarakat sekitar, menjadikan setiap langkah sebagai bentuk harmoni antara pengetahuan, alam, dan kemanusiaan, sebutan ekspedisi kami yang diharapkan kami para ekspeditor dengan kelebihan dan kekurangan yang ada dalam diri kita masing-masing, kami bisa saling melengkapi, tetap rendah hati, sabar, dan tabah sampai akhir.
Seperti halnya bangunan besar nan megah yang berdiri kokoh, pasti memerlukan proses yang tidak cepat dan penuh strategi, begitupula dengan kegiatan ekspedisi ini banyak hal yang kami susun strateginya bahkan di 8 bulan sebelum keberangkatan, mulai dari pencarian, pengumpulan, dan juga penelitian jarak jauh untuk mendapatkan data dan informasi yang valid, selain itu persiapan fisik juga kami lakukan untuk kemudahan dan kelancaran kegiatan outdoor yang hendak kami laksanakan di tanah Nusa Tenggara Barat ini. Ekspedisi ini lahir dari cita – cita dan keinginan untuk membawa nama baik organisasi melolong berkeliling Nusantara, bahkan Mancanegara. Ekspedisi Spesialisasi ini diibaratkan sebagai dermaga akhir sebelum berlayar menuju proses kepengurusan yang lebih hebat lagi di Mapala Specta. Ekspeditornya merupakan anggota aktif yang telah mengikuti seluruh proses Pendidikan wajib yang ada, dari mulai Pendidikan Dasar, Pendidikan Lanjut beserta pelaporannya, Ekspedisi Muda dengan laporannya, kepanitiaan Pendidikan dasar, dan kepengurusan, tidak mudah berada di tahap ini tapi dengan keyakinan dan ketangguhan setiap anggota maka hal yang terlihat sukar itu dapat dilalui dengan baik. Dermaga ini akan terlihat indah saat kapalnya bersandar dengan baik nan elok, bagaikan senja dilaut yang tenang megah dan menawan dengan sekelabat awan dan gradasi warna warna langit dan lautnya, begitulah kami bisa mengibaratkan perjalanan dari sebuah Ekspedisi yang kami lahirkan dengana nama Ekspedisi Negeri Intan Bulaeng. Ada beberapa capaian yang kami susun dengan elok pada kegiatan ekspedisi ini, yang pertama kami sepakat menyatukan satu pendapat dan argumentasi yang sama yaitu dengan memilih divisi Gunung Hutan dalam ke spesialisasian ekspedisi ini, dengan berbagai pertimbangan dan hasil penelitian kami juga akhirnya sepakat memilih pendakian Gunung Tambora dengan jalur Kawinda To’I. Jalur ini memang jarang dilewati oleh beberapa pendaki, jarak tempuh yang terbilang sangat jauh dari pusat kota menjadi salah satu alasan, selain itu jalur pendakian yang bisa dibilang cukup menantang menjadi alasan, kendati demikian keelokan dekapan Tambora di jalur ini benar benar memanjakan mata dan jiwa yang rindu akan nuansa savana yang indah nan hutan tambora yang gagah, pendakian ini dilakukan untuk memenuhi persyaratan untuk menjadi ekspeditor dengan spesialisasi divisi gunung hutan, berbagai materi yang telah kami pelajari di Pendidikan sebelumnya kami terapkan pada kegiatan ini. Adapun hal yang membedakan kegiatan Ekspedisi Spesialisasi ini dengan Pendidikan wajib yang lainnya adalah ada pengupayaan dan pemaksimalan suatu materi pada divisi yang dijadikan sebagai spesialisasi oleh para ekspeditor, dengan itu kami memilih pemantapan materi pada pembuatan peta jalur pendakian dengan bentuk 3D, meskipun nantinya ketika dicetak peta hanya akan terlihat 2D namun kami menyediakan barcode yang dapat diakses pada peta jalur pendakian dengan 3D, selain itu capaian kami yang lainnya adalah dengan pemasangan plakat penunjuk arah kiblat di stasiun 4 atau pos camp. Selama melewati seluruh jalur pendakian Gunung Tambora via Kawinda To’I kami memang tidak menemukan plakat penunjuk arah kiblat, bahkan di stasiun 4 yang biasanya menjadi pos camp. Plakat arah kiblat memang jarang ditemukan di berbagai jalur pendakian, penunjuk arah yang ada, kebanyakan adalah arah menunju ke puncak, dengan demikian kami ingin memberikan penunjuk arah kiblat ini untuk memudahkan umat muslim yang hendak melaksanakan ibadah sholat pada jalur pendakian. Capaian kami selanjutnya adalah pengabdian masyarakat dengan tema peningkatan popularitas potensi wisata di desa Kawinda To’I, dengan kegiatan pendukungnya antara lain : Pengadaan sosialisasi pantai yang berpotensi wisata, dengan adanya sosialisasi ini kami mengajak diskusi secara terbuka kepada segenap masyarakat di desa Kawinda To’I untuk pengembangan pantai yang memiliki potensi wisata besar, dengan indahnya lautan lepas, megahnya bukit aruna dibelakang pantai dan birunya ombak pada lautan yang anggun dan gagah itu, apalagi dinikmati saat senja indahnya semburat cahaya oren yang menguasai langit kawinda to’I.
Potensi wisata yang indah ini perlu dikelola dengan baik dan sistematis, guna peningkatan pendapatan lokal dan mata pencaharian dalam bidang pariwisata bagi warga sekitar, kendati demikian kami juga merencanakan kegiatan ini bersama dengan pemuda sekitar, mulai dari kelompok sadar wisata desa Kawinda To’I, Karang Taruna, Pemerintah Desa, juga Polisi Bhabinkabtimas setempat, diperlukan observasi dan pengamatan secara langsung sebelum kami melakukan sosialisasi, oleh karenanya kami perlu melakukan kunjungan wisata agar bisa memperkirakan strategi yang cocok untuk pengembangan dan peningkatan popularitas wisata, dengan demikian ada beberapa strategi yang kami siapkan salah satunya adalah dengan melakukan kampanye media sosial, kami juga mengadakan perlombaan berupa foto dan vidiografi dari pemandangan yang mereka ambil. Lomba ini dilaksanakan selama kami berada disana dan diumumkan pemenangnya saat kegiatan sosialisasi potensi wisata dilaksanakan, antusias yang didapatkan cukup baik dan ada harapan besar dari pemerintah desa salah satunya adalah dengan dikenalnya desa Kawinda To’I dikalangan masyarakat dapat membuat pemerintah peduli terhadap kondisi jaringan dan sinyal di desa ini.
Itulah rencana dan capaian yang telah kami laksanakan dalam kegiatan Ekspedisi Negeri Intan Bulaeng ini, semoga apa yang kami laksanakan dapat berguna bagi sekitar, bagi organisasi, maupun bagi kawan kawan yang juga hendak berkunjung dalam program wisata maupun penelitian di desa Kawinda To’I ini.
MILAD DAN TASYAKURAN MAPALA SPECTA KE 31 TAHUN
MAPALA SPECTA - Pada Senin, 6 - 7 Januari 2025. Mapala Specta telah melaksanakan kegiatan Milad dan Tasyakuran ke-31. Kegiatan tersebut sekaligus memperkenalkan Anggota Muda dan Nama Angkatan baru Mapala Specta yakni “ASTRAPHIA PRAHARA” yang terdiri dari 10 laki-laki dan 9 perempuan.
Acara Milad dan Tasyakuran ini diselenggarakan pada pukul 19.00 WIB s.d selesai dan berlangsung secara offline yang bertempat di Parkiran Fakultas Syariah UIN RADEN MAS SAID SURAKARTA. Adapun tamu undangan yang turut hadir dalam acara Milad dan Tasyakuran Ke-31 yaitu alumni Anggota Mapala Specta dan Anggota Aktif Mapala Specta.
Kegiatan ini mengusung tema “MEMUPUK ASA, MEMBUAT CERITA, MENJADI LUAR BIASA” merupakan suatu harapan yang tinggi dan melampaui batas dan dikemudian hari dapat diceritakan menjadi cerita yang luar biasa. Acara dimulai pada pukul 21.15 WIB diisi dengan pembukaan dan beberapa sambutan dari ketua umum, ketua panitia, dan perwakilan dari Keluarga Besar Specta (KBS). Setelah itu dilanjut dengan perkenalan Anggota Muda dan menghadirkan pentas seni drama dari Anggota Muda. Selain pentas seni drama, Anggota Muda juga menghadirkan puisi dan tarian boria .
Memasuki puncak acara, dilanjutkan dengan sarasehan yakni saling berkenalan antar anggota dari generasi ke generasi dan bercerita pengalaman-pengalaman yang didapat saat berada di Specta. Sarasehan berlangsung sampai pukul 23.55 WIB, dilanjut pada pukul 00.00 WIB yaitu acara tiup lilin dan potong kue yang diwakilkan oleh ketua umum Mapala Specta dan diiringi dengan lagu dari Jamrud yang berjudul selamat ulang tahun.
Perayaan Milad dan Tasyakuran ini menjadi salah satu agenda rutin yang dilaksanakan disetiap tahunnya. Hal ini bertujuan untuk menambah keakraban dan menjadi tali silaturahmi sesama anggota dengan keluarga besar Mapala Specta.
Terlaksananya kegatan Milad dan Tasyakuran Mapala Specta ke-31 dapat menjadi pintu pembuka kepada Anggota Muda khususnya, dalam melakukan kegiatan-kegiatan yang ada di dalam organisasi Mapala Specta. Untuk mencetak anggota yang mampu bersaing dan berkualitas di dalam maupun diluar kampus.
Latihan Gabungan MAPALA Specta dan SAR Kabupaten Sukoharjo: Peningkatan Kemampuan dalam Search and Rescue
Pada Ahad, 20 Oktober 2024, MAPALA Specta (Mahasiswa Pecinta Alam) UIN Raden Mas Said Surakarta mengadakan latihan gabungan bersama dengan Tim SAR Kabupaten Sukoharjo. Latihan ini berlangsung di kantor SAR Kabupaten Sukoharjo dan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta keterampilan dalam melakukan kegiatan Search and Rescue (SAR) yang efektif dan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.
Latihan gabungan ini merupakan bentuk kolaborasi yang bertujuan untuk memperkuat sinergi antara organisasi pecinta alam dan lembaga penyelamatan yang memiliki peran penting dalam operasi SAR, khususnya dalam kondisi darurat di alam terbuka. Para peserta dari MAPALA Specta dan anggota Tim SAR Kabupaten Sukoharjo mengikuti serangkaian materi dan simulasi yang sangat bermanfaat bagi pengembangan keterampilan mereka.
Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar tentang bagaimana melakukan operasi SAR dengan baik, termasuk teknik-teknik yang tepat dalam mencari dan menyelamatkan korban bencana atau kecelakaan. Dengan adanya latihan gabungan ini, para peserta diharapkan dapat memahami prosedur yang benar dalam melakukan penyelamatan, serta mengedukasi mereka tentang pentingnya kesiapan dalam menghadapi situasi darurat.
Sebagai salah satu organisasi mahasiswa yang aktif di bidang kegiatan alam, MAPALA Specta selalu berkomitmen untuk meningkatkan kemampuan anggota dalam melakukan tindakan penyelamatan di alam terbuka. Oleh karena itu, kegiatan pelatihan ini juga bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung dalam menangani situasi yang mungkin terjadi di lapangan, baik dalam konteks kegiatan alam maupun bencana lainnya.
Melalui latihan gabungan ini, MAPALA Specta dapat mempelajari secara langsung dari tim SAR profesional mengenai hal-hal yang harus dipersiapkan saat melakukan operasi SAR. Hal ini tidak hanya memberikan wawasan teori, tetapi juga pengalaman praktik yang sangat berguna dalam menghadapi berbagai situasi darurat di alam bebas.
Di sisi lain, Tim SAR Kabupaten Sukoharjo juga merasakan manfaat dari kegiatan ini, yakni terjalinnya kerjasama yang lebih erat dengan organisasi mahasiswa yang memiliki kepedulian terhadap kegiatan alam. Dengan melibatkan MAPALA Specta, mereka dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman yang sangat berharga bagi generasi muda dalam hal kesiapsiagaan dalam penyelamatan.
Pelatihan ini diharapkan dapat menambah wawasan dan keterampilan para peserta dalam melakukan tugas-tugas SAR secara profesional dan sesuai dengan prosedur yang ada. Selain itu, latihan gabungan ini juga mempererat kerjasama antara organisasi mahasiswa dengan lembaga pemerintah dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana atau kecelakaan di alam terbuka.
Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi bagi organisasi lain untuk mengadakan pelatihan serupa, sehingga semakin banyak individu yang siap untuk bertindak dengan benar dan efektif dalam situasi darurat, serta memperkuat solidaritas antara sesama dalam memberikan bantuan kepada yang membutuhkan
Donor Darah Kolaborasi MAPALA Specta dengan UKK KSR UIN Raden Mas Said Surakarta di Klinik Pratama Syifa Medica
Pada tanggal 25 September 2024, MAPALA Specta (Mahasiswa Pecinta Alam) berkolaborasi dengan UKK KSR (Unit Kegiatan Khusus Korps Sukarela) UIN Raden Mas Said Surakarta untuk mengadakan kegiatan donor darah yang bertujuan untuk membantu ketersediaan darah di Kota Surakarta. Acara ini berlangsung di Klinik Pratama Syifa Medica, yang terletak di lingkungan kampus UIN Raden Mas Said Surakarta.
Kegiatan donor darah ini tidak hanya sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan darah di rumah sakit, namun juga sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat yang melibatkan mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta. Kolaborasi antara MAPALA Specta dan UKK KSR ini menjadi langkah positif dalam memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat melalui kegiatan sosial yang bermanfaat.
Tujuan dan Manfaat Donor Darah
Donor darah merupakan kegiatan sosial yang sangat penting dalam membantu pasien yang membutuhkan darah, terutama di saat kondisi darurat. Dalam kegiatan ini, para peserta donor darah diharapkan dapat memberikan kontribusi positif, karena satu kantong darah yang disumbangkan dapat menyelamatkan nyawa banyak orang.
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa dan masyarakat sekitar tentang pentingnya kesehatan serta pentingnya menjadi relawan dalam kegiatan sosial. Dengan melibatkan MAPALA Specta dan UKK KSR, acara ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antar organisasi mahasiswa yang memiliki tujuan serupa dalam memberi manfaat bagi sesama.
Kegiatan donor darah diawali dengan pendaftaran peserta yang dilakukan oleh anggota MAPALA Specta dan UKK KSR. Setiap peserta kemudian menjalani pemeriksaan kesehatan untuk memastikan bahwa mereka memenuhi persyaratan medis untuk mendonorkan darah. Setelah lolos pemeriksaan, peserta langsung menjalani proses donor darah yang dilakukan oleh tenaga medis profesional dari Klinik Pratama Syifa Medica.
Kegiatan ini berlangsung dengan suasana yang kondusif dan penuh semangat, dengan peserta yang antusias memberikan darah mereka demi membantu sesama. Klinik Pratama Syifa Medica, sebagai mitra dalam kegiatan ini, menyediakan fasilitas yang memadai untuk kelancaran jalannya donor darah.
Kolaborasi antara MAPALA Specta dan UKK KSR UIN Raden Mas Said Surakarta terbukti sangat sukses dalam menyelenggarakan acara ini. Selain mengajak para mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan sosial, kolaborasi ini juga menjadi wadah untuk mempererat hubungan antar organisasi di kampus. Semangat kebersamaan dan gotong-royong yang ditunjukkan oleh kedua organisasi ini sangat menginspirasi, sekaligus memperkuat kesadaran akan pentingnya kontribusi dalam kegiatan sosial.
Kegiatan donor darah ini diharapkan dapat menjadi kegiatan rutin yang dapat menginspirasi lebih banyak mahasiswa untuk turut serta dalam aksi sosial seperti ini. Selain itu, semoga kerjasama antara MAPALA Specta, UKK KSR, dan Klinik Pratama Syifa Medica dapat terus berlanjut dan berkembang, serta memberikan dampak positif yang lebih besar untuk masyarakat di sekitar kampus.
Dengan kegiatan ini, MAPALA Specta dan UKK KSR tidak hanya berperan sebagai organisasi yang aktif di bidang alam dan sosial, tetapi juga sebagai agen perubahan yang turut menjaga kesehatan masyarakat melalui kegiatan donor darah.
Langganan:
Komentar (Atom)
MUSMAPA XXIII MAPALA SPECTA PERIODE 2025
Boyolali– Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) SPECTA telah sukses menyelenggarakan Musyawarah Mahasiswa Pecinta Alam (MUSMAPA) XXIII yang berlan...
-
Press Release Pendidikan Lanjut Mapala SPECTA 2023 Pendidikan Lanjut Rafting Pendid...
-
MAPALA SPECTA-Salam Lestari. Bukber, singkatan dari buka bersama, adalah tradisi masyarakat Indonesia yang dilakukan ketika bulan Ramadan ...
-
Ekspedisi Mapala SPECTA, Menapaki Titik Tengah Indonesia M ahasiswa Pecinta Alam SPECTA UIN Raden Mas Said Surakarta telah sukse...





